Kisah Daendels Membangun Istana Putih 'Hett Witte Huis' Di Lapangan Banteng

- Rabu, 21 September 2022 | 07:30 WIB
Jakkon merasa bangga dan terhormat mendapatkan kepercayaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam merevitalisasi gedung A. A. Maramis yang sangat bersejarah (Screenshoot instagram/@smindrawati)
Jakkon merasa bangga dan terhormat mendapatkan kepercayaan dari Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani dalam merevitalisasi gedung A. A. Maramis yang sangat bersejarah (Screenshoot instagram/@smindrawati)

Lantas, banyak orang kemudian menjadikan Istana Putih sebagai ikon baru Batavia. Setiap orang yang melihat langsung terkagum-kagum dengan bangunan kolonial berwarna putih tersebut.

Salah satu yang kagum adalah serdadu Belanda, H.C.C. Clockener Brousson. Dalam bukunya berjudul Batavia Awal Abad 20 (2017), Clokener dengan semangat menjelaskan secara rinci apa saja isi dari Istana Putih

Brousson menuliskan didalamnya  digunakan untuk kantor pemerintahan seperti Kementerian Urusan Perang, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Industri.

Sementara itu, terdapat juga sebuah ruang pertemuan besar Raad van Nederland Indie (Dewan Hindia-Belanda). Di lantai bawah dijumpai ruangan provost garnisun dan pasukan penembak.

"Bangunan itu tempat penjagaan militer di sini diatur sedemikian rupa seperti Paleis op de Dam di Amsterdam,” ungkap Clockener.

Walaupun pembangunan memerlukan kerja keras dari dua orang arsitek, ide bangunan dengan Empire Style tampat begitu dipertahankan.

Terlihat dari penggunaan lisplang di atas semua dinding. Barisan pilaster (tiang tempelan) pada dinding. Ukuran jendela sebesar pintu, dan simetri gedung yang ketat. Karena ciri khas itulah, Istana Putih erat dengan Empire Style.

“Kata Prancis empire berarti kekaisaran. Dimaksudkan zaman kekaisaran Napoleon I di Prancis (1804-1815). Bangunan megah dan mewah (Istana Putih) digunakan untuk memuliakan kebesaran kekaisaran.

Dilansir dari situs Kemenkeu, sejak awal 1950-an, gedung ini digunakan sebagai kantor pusat Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bangunan itu dinamai Gedung A.A. Maramis untuk menghormati Alexander Andries Maramis, Menteri Keuangan kedua Indonesia (periode 1945–1946).***

 

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X