Mosaik Putri Diana (3): Berjumpa Camilla dalam Sebuah Pesta

- Rabu, 21 September 2022 | 15:56 WIB
Putri Diana dan Pangeran Charles
Putri Diana dan Pangeran Charles

 

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

 

Patrick Jephson menggambarkan Diana sebagai orang yang suka memperalat stafnya, cerdik, dan penuh muslihat. Ia menginginkan segala perhatian terpusat kepada dirinya sendiri. “Berilah kesempatan, dia lebih suka menyusun rencana dan muslihat.” Anggota keluarga kerajaan adalah objek utama cemoohannya.

Dia menyukai perhiasan, yang sebagian besar merupakan pemberian Ratu yang menurutnya merupakan ganjaran bertahun-tahun hidup dalam “api penyucian”. Dia menjuluki keluarga kerajaan dengan panggilan-panggilan buruk, misalnya menyebut Pangeran Philip sebagai “Stavros” dan keluarga kerajaan sebagai “orang-orang Jerman”.

Diana sangat keranjingan gula-gula sopirnya menyimpan persediaan cokelat untuk pesta minum kecil-kecilan yang sering Diana lakukan dan menyukai lelucon jorok. Pada saat pertama kali mendengar humornya yang kasar, “Saya berusaha keras mempercayai apa yang saya dengar. Apakah ini Putri yang sama yang sejam lalu mengunjungi rumah sakit bak orang suci?” tulis Jephson.

Saat terbang ke Mesir pada 1992, saat buku Andrew Morton, Diana: Her True Story yang mengungkapkan kehampaan dalam perkawinan Diana, dan yang secara diam-diam disetujui Diana sedang heboh di Inggris, Diana berterus terang kepada Jephson. “Dia membicarakan peristiwa malam itu, saat dia bertemu muka dengan Camilla Parker Bowles dalam sebuah pesta dan memohon kepada Camilla untuk meninggalkan suaminya. Reaksi yang diterimanya dingin, baik dari Camilla maupun dari suaminya, dan Sang Putri pun lari dalam sedu-sedan.”

“Cerita itu dikisahkannya bukan untuk mengasihani diri sendiri atau dengki, paling tidak kepada suaminya. Meskipun rasa benci kepada saingannya telah telanjur jatuh saat itu untuk pertama kalinya saya mendengar ia menyebut julukan ‘Rottweiler’ (nama sejenis anjing penggembala ternak) ...,” kata Jephson. Saat rekaman percakapan antara Charles dan Camilla ramai diputar oleh berbagai media, Diana pun hanya berkomentar sederhana: “Demi Tuhan, Patrick .... Benar-benar gila.”

Seorang Putri Diana

Pada pagi hari setelah The Sunday Times memuat serial mengenai penerbitan buku Andrew Morton pada Juni 1992, Putri Diana mengatakan kepada Jephson bahwa dia dan Pangeran Charles telah memutuskan untuk bercerai meskipun hingga lima bulan kemudian tidak ada pengumuman yang resmi mengenai hal itu.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB

Mosaik Putri Diana (9): Blusukan dan Jadi Incaran Pers

Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB
X