Prof Azyumardi Azra, Jejak Prasasti Anak Bumi Segala Bangsa

- Rabu, 21 September 2022 | 16:38 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Oleh Wina Armada Sukardi.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- RUMAH di ujung Jalan Cireundeu, Puri Laras II, Ciputat, Tangerang Selatan itu, amat sering saya lewati. Sebagai penggemar lari, hari sabtu atau hari minggu tertentu, saya berlari di Situ Gintung, sebuah danau buatan seluas 21,4 ha yang terletak di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Jarak satu putaran di danau tersebut sekitar 4 Km.

Nah, ketika lari di sana , pulang dan pergi saya bolak balik melewati bagian luar rumah itu, karena letaknya tak jauh dari sana. Itulah rumah almarhum Prof. Azyumardi Azra, ketua Dewan Pers 2022-2025 dan Guru besar serta Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 - 2006, yang wafat 18 September lalu di Malaysia.

Berbeda dengan hari-hari minggu sebelumnya, pada hari minggu sampai senin lalu, 18-19 Setember, di rumah itu dipenuhi jajaran bunga duka cita. Tidak tanggung-tanggung, dihitung dari rumah itu, deretan bunga mencapai tidak kurang dari satu kilometer. Bunga didirikan memanjang keluar kompleks perumahan sampai ke tepi jalan. 

Kiriman bunga datang dari mulai Presiden, Wakil Presiden, para menteri, pimpinan pers, wartawan sampai rakyat biasa.

Ini menunjukkan pergaulan dan pengaruh Azyumardi yang begitu luas. Selain itu bunga-bunga itu menunjukan pula penghargaan dan penghormatan orang terhadap kewibawaan sosok Azyumardi. 

Kedatangan jenazah almarhum di rumah duka itu, Senin, 19/9, sekitar pukul 23.30 disambut bagaikan jenazah seorang pahlawan yang pulang perang. Para pejabat tinggi dan rakyat berbaur menyambut kedatangan jenazah almarhun dalam peti yang diselimuti bendera merah putih diiringi shalawat. 

Besoknya selasa, 20/9, Azyumardi dimakamkan dengan kebesaran upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan Inspektur Upacara Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Rupanya Azyumardi dihormati bukan hanya ketika dia masih hidup, melainkan juga ketika saat-saat terakhir bakal dikuburkan. Itu pertanda beliau memang orang luar biasa.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X