Prof Azyumardi Azra, Jejak Prasasti Anak Bumi Segala Bangsa

- Rabu, 21 September 2022 | 16:38 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Prof Azyumardi Azra layak menjadi tokoh teladan buat kita semua. Hampir semua aspek kehidupan dan penghidupannya dapat menjadi tauladan kita. 

Kegigihannya untuk meraih ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi patut ditiru. Sejak kecil dia memanfaatkan apa saja yang dapat dipakainya untuk membaca dan menambah pengetahuan. Ketika kuliah dia menyambi juga menjadi wartawan sampai memperoleh beasiswa dan akhirnya memperoleh gelar akademis tertinggi.

Produktifitasnya berkarya yang tinggi patut pula menjadi contoh bagaimana seorang akademisi dan wartawan melalui kerja keras terus menerus. Almarhum menyadarkan kita untuk mencapai hasil maksimal harus selalu optimis, memanfaatkan segala peluang yang ada serta mengelola waktu dengan sebaik-baiknya. 

Demimikian pula kerendahan hati almarhum patut dipuji. Dia tidak berbesar kepala dengan segala atribut dan capaian prestasi. Azyumardi semasa hidupnya senantiasa membumi dan meletakkan penghargaan kepada sesama tanpa rasa sombong. Dengan begitu dia bukan saja mudah bergaul, tetapi juga malah menjadi lebih dihargai. 

Jejaringnya yang luas menjadikan dirinya memiliki begitu banyak akses dari para pejabat tinggi, orang-orang penting sampai rakyat kebanyakan.

Prinsipnya yang selalu berbaik sangka kepada orang lain, menyebabkan dirinya diterima di semua kalangan. 

Demikian pula Pak Eddy yang merupakan ahli sejarah dan pemikir islam, serta orang yang taat kepada agama Islam, dapat merespresentasikan Islam ke semua kalangan dengan cair, lancar dan tentu saja juga tepat.

Dia dapat menjadi saksi betapa Islam itu penuh toleransi sosial, menghargai kemajemukan dan mendorong manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan setinggi mungkin.

Tak kurang Ratu Elizabeth terpesona dengan sosok keislaman Azyumardi, sehingga tak ragu menganugerahkan gelar Sir (Commande of the order of British Empire) kepada Azyumardi. Tak hanya oleh kalangan Islam manapun Pak Eddy diterima, tapi juga oleh kalangan non muslim dipercaya dan dihormati.  

Pak Eddy sudah bermetafora, tak lagi sekedar ahli bahasa dan sejarah peradaban Islam, tapi sudah menjadi pemikir dan pejuang kemanusiaan. Pak Eddy juga sudah bermetafora dari seorang penulis dan wartawan yang handal menjadi sebuah contoh bukti konkrit pemberi kehidupan dan penghidupan yang rendah hati, sejuk dan damai.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X