Mosaik Putri Diana (4): Persaingan dengan Fergie

- Rabu, 21 September 2022 | 18:55 WIB
 Diana dengan Kapten James Hewitt
Diana dengan Kapten James Hewitt

 

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

James Hewitt adalah kekasih Diana dalam jangka waktu yang cukup panjang. Dia adalah “pengunjung tetap Istana Kensington yang sangat berhati-hati”. Tutur Jephson, “Kadang-kadang saat aku pergi, kapten berambut merah ini datang, menampakkan dengan jelas perasaan tak tenteram, penuh senyum gugup tetapi memperlihatkan kemenangan.”

Putri Diana sempat meninggalkan Hewitt, tetapi kemudian melanjutkan lagi hubungan mereka setelah Hewitt berangkat ke Perang Teluk pada akhir 1990. Saat itu dia begitu terobsesi akan keselamatan Hewitt. Namun kemudian lagi-lagi dia mencampakkan Hewitt.

“Dia memimpikan sebuah rumah di pedesaan kehidupan domestik yang ideal bagi mereka berdua, dikelilingi oleh anak-anak, anjing, dan kuda tetapi dia kemudian akan menjadi malu dan menyadari bahwa Hewitt adalah titik lemah dalam ‘perang’ merebut simpati publik melawan suaminya.”

Hewitt, menurut Jephson, adalah salah seorang pria yang percaya bahwa rasa tertarik Putri Diana terhadap dirinya benar-benar aman dan alami. Padahal Putri Diana “bereaksi terhadap rasa tertarik pria dengan melindungi dirinya lewat satu-satunya cara yang dia ketahui menghabiskan tandas buah yang diberikan dan mencampakkan kulitnya dengan dingin dan penolakan yang kejam.

Menghadapi perilaku seperti ini, usaha-usaha para lelaki seperti suaminya, James (Hewitt), dan yang lain untuk menyembuhkan luka yang mendalam itu terhenti dan gagal.”

Diana mendambakan rasa aman dan perhatian dari seorang lelaki yang kuat dan percaya diri. Tetapi kesenangannya untuk mengendalikan segala hal membuat hal itu tak mungkin terjadi. Dia tidak bisa menghargai pengabdian yang tulus, “meskipun itu diberikan oleh seorang lelaki yang baik hati.” Jephson menyimpulkan bahwa “hanya melalui pengabdiannya kepada anak-anaknya, dan melalui cinta mereka yang tulus, tampaknya Putri Diana bisa menemukan kebebasan.”

Dalam usaha mencari ketenangan batin, “kopernya selalu penuh dengan stok terbaru dari katalog obat-obatan untuk mengatasi stres, kurang tidur, dan pelbagai jenis penyakit yang tak jelas.” Dia menjadi “semakin tak pandang bulu dalam usaha untuk mengobati masalah emosionalnya. Obat pengganti yang bebas diselang-seling dengan pil tidur konvensional dan perangsang. Efeknya dapat diperkirakan oleh setiap orang, dan tak ada seorang dokter pun yang tahu obat apa yang dia konsumsi dan berapa dosisnya.”

Dia pernah diperkenalkan dengan pengobatan alternatif oleh iparnya, Duchess of York Sarah Fergusson. “Cara-cara semi-medis dan kedekatan profesionalnya sangat menarik,” kata Jephson. Tetapi Diana mencampakkan pengobatnya, Chrissie Fitzgerald, “dengan kasar dan tiba-tiba, bahkan dengan brutal” hanya karena memberinya dosis yang tidak disukainya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB

Mosaik Putri Diana (9): Blusukan dan Jadi Incaran Pers

Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB
X