Mosaik Putri Diana (5): Menyimpan Pisau dalam Tas Tangan

- Rabu, 21 September 2022 | 19:07 WIB
Putri Diana berlatih menembak di Essex pada 1990
Putri Diana berlatih menembak di Essex pada 1990

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

Jephson mengungkapkan bahwa Putri Diana mengalami bulimia (selalu memuntahkan makanan karena takut gemuk) semenjak dia mengenalnya. “Meskipun selalu berusaha mengatasi hal itu, dan dikesankan bahwa dia akan berhasil, namun penyakit itu sering kambuh.”

Jephson merasa bahwa di balik ketidakstabilan emosi Diana terdapat “pelbagai memori bawah sadar dari masa kecilnya, yang sedang terus diulang-ulang.” Jephson mencatat bahwa “foto-foto masa remaja Diana Spencer memperlihatkan dia dengan mata yang sendu dan rasa sadar diri.

Pada saat-saat bersama Putri kadang-kadang ada tanda-tanda goresan trauma masa kecil: rasa tidak aman yang bersemayam dalam daya tariknya, suatu gairah untuk memperoleh cinta yang tanpa syarat, sebuah obsesi untuk mengendalikan emosi, dan sebuah cara merusak suatu hubungan. Rasa curiga terhadap lelaki dan pandangan buruk terhadap dirinya sendiri memperlihatkan hal itu.”

Jephson menuturkan, “Dalam pandangan seorang konselor senior hubungan antar manusia, siapa yang mengenal Putri Diana, pengalaman-pengalaman masa kecilnya, termasuk perceraian kedua orangtuanya yang menyakitkan, telah merusak secara permanen kemampuan Diana untuk memberi dan menerima cinta.”

Jephson berargumen bahwa “tak ada gambar yang lengkap mengenai Putri Diana tanpa paling sedikit ada usaha untuk mengidentifikasi pergulatannya dengan ‘iblis’ dalam dirinya. Hanya dengan itu, barangkali kita bisa mengerti secara utuh pelbagai usaha yang telah dia lakukan untuk mengatasi persoalannya....”

“Bukan rahasia lagi bahwa hingga akhir hidupnya beberapa orang pengritik mempertanyakan stabilitas mental Putri Diana. Lebih baik makian mereka itu disalurkan untuk mengetahui apa yang menyebabkan dia punya daya tahan menghadapi situasi yang mungkin telah menghancurkan orang biasa itu.” Kata Jephson, yang istimewa bukan karena Putri Diana “adakalanya cemerlang dalam pemikiran dan emosi” tetapi karena “dia tidak sejak bertahun-tahun lalu menyerah untuk hidup menyepi dan berkontemplasi akibat suatu ketegangan saraf.”

Jephson menggambarkan ulah paranoid Lady Di pada suatu hari pada tahun 1995. Diana menarik karpet di Istana Kensington untuk menunjukkan kepada Jephson apa yang dia pikir alat penyadap padahal istana dipasangi kawat setelah peristiwa kebakaran. Dia juga mengaku bahwa seseorang bersenjata mengincarnya di Hyde Park dan bahwa rem mobilnya telah disabotase. “Semua itu hanya ada dalam khayalannya saja,” kata Jephson.

Jephson juga membenarkan laporan bahwa Putri pernah mendekat pelan-pelan ke punggung pengasuh anak-anaknya, Alexandra “Tiggy” Legge-Bourke, pada pesta Natal 1995 dan berbisik: “Saya turut berduka cita soal bayi itu.” Kemudian, kata Jephson, Diana “bersorak gembira”. Ketika ditanya apakah dia punya bukti atas tuduhan bahwa sang pengasuh pernah menggugurkan kandungan, Putri menjawab: “Saya tak butuh bukti. Saya tahu ...”

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB

Mosaik Putri Diana (9): Blusukan dan Jadi Incaran Pers

Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB
X