Mosaik Putri Diana (8): Citra Baru yang Glamor dan Responsif

- Kamis, 22 September 2022 | 22:58 WIB
 Diana bertemu dengan Kaisar Jepang (Ready Susantto)
Diana bertemu dengan Kaisar Jepang (Ready Susantto)

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

Citra Diana sebagai tokoh publik sedemikian terkenal. Dia banyak terlibat dalam kegiatan amal, kampanye anti-ranjau darat, dan sebagainya. Dia juga melakukan kunjungan ke berbagai negara dalam kapasitasnya sebagai Putri Inggris. Ikuti kesaksian Patrick Jephson selanjutnya.

 

Aku punya waktu untuk memikirkan kembali kekecewaan yang semakin menguat pada tahun-tahun silam saat pergi ke Buenos Aires bersama Putri Diana dua hari setelah penayangan Panorama. Pada awal 1995, Putri berada di puncak keyakinan, setelah pengakuan suaminya kepada publik mengenai perselingkuhannya melalui buku Jonathan Dimbleby. Diana secara garis besar telah merencanakan mengenai suatu program jaringan amal yang mudah dikerjakan. Dengan segala hormat, hal ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang telah dilakukan Duchess of York. Aku membayangkan, bagaimanapun hal ini akan menjaga statusnya yang unik. Meskipun telah pisah ranjang sejak 1992, dia tetaplah istri seorang calon Raja; dan sudah pasti dia juga adalah ibu dari seorang calon Raja.

Aku telah menyarankan kepadanya untuk berfokus pada tujuan-tujuan yang terencana, dan bahwa dia harus mulai menikmati hidupnya sendiri. Aku yakin bahwa seorang Putri yang bahagia dengan segudang kegiatan akan mampu menahan diri dari hobi patologisnya untuk mengorbankan orang dan melakukan pembenaran diri. Aku mengetahui bahwa kekurangan strategi pribadi ditambah sifatnya yang gampang dipengaruhi oleh pendapat-pendapat sesaat serta ketidakpeduliannya terhadap soal-soal masa depan, membuatku sulit untuk menyusun strategi bagi kehidupan publiknya.

Dia mendengarkan dengan sopan usulan-usulanku, membuat beberapa rekomendasi tak bersemangat atas pandangan, kebijaksanaan, loyalitas, dan sebagainya—tetapi secara diam-diam melakukan rencana dengan Panorama. Dia berusaha membuat suatu manifesto yang sangat pribadi, sebuah dokumen yang positif tetapi memperlihatkan pemikirannya yang kacau balau. Dia tidak ingin “dimanfaatkan oleh orang lain yang kemudian mendapatkan pujian”. Ketika aku merenungkan berapa banyak pujian yang telah dia peroleh atas pelbagai hal yang tidak sepenuhnya dia kerjakan, aku tahu ia suka menenteramkan diri dan keranjingan popularitas. 

Dia juga ingin “niat tulusnya dilihat orang”, “kemampuan dan niatnya untuk menyembuhkan” digunakan, dan ia bisa “ikut menyelesaikan masalah-masalah dunia.”

Sekretaris pribadi yang lebih baik mungkin akan mampu membujuk hatinya agar tenteram—tujuan sulit yang selalu diulanginya dalam pelbagai kesempatan—dalam keterlibatan nyata terhadap kasus-kasus sehari-hari masyarakat di Inggris. Lalu, dalam tataran moral yang tinggi, dia bisa berusaha melakukan tugas publik untuk memaafkan suaminya.

Namun harapan ini terlalu tinggi. Keuntungan jangka panjang yang bakal diperolehnya tidak mampu mengalahkan diet aneh-aneh dan perjalanan keliling dunia. Sekalipun ide memaafkan suaminya di hadapan publik jauh lebih menarik daripada ekspresi sebagai korban yang selalu dia perlihatkan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB

Puan Maharani dan The Last Samurai

Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB

Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB

Mosaik Putri Diana (11): Paranoia Diana Semakin Parah

Jumat, 23 September 2022 | 09:26 WIB

Mosaik Putri Diana (9): Blusukan dan Jadi Incaran Pers

Jumat, 23 September 2022 | 09:08 WIB
X