Puan Maharani dan The Last Samurai

- Jumat, 23 September 2022 | 23:55 WIB
Karyudi Sutajah Putra (Dok. Pribadi)
Karyudi Sutajah Putra (Dok. Pribadi)

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

FILM "The Last Samurai" (2003) yang disutradarai Edward Zwick berkisah tentang Katsumoto (diperankan Ken Watanabe), samurai terakhir yang mencoba mempertahankan tradisi Jepang serta menolak modernisasi dan westernisasi. Katsumoto berjuang mempertahankan tradisi sampai titik darah penghabisan.

Di Indonesia, Megawati Soekarnoputri pun sedang mencoba berjuang mempertahankan tradisi. Dalam konteks Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, tradisi dimaksud adalah tradisi politik.

Megawati menggunakan putrinya, Puan Maharani, Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP sebagai samurai terakhir untuk mempertahankan tradisi politik itu.

Lalu, tradisi politik semacam apa yang hendak dipertahankan Megawati? Ibarat Katana, pedang samurai yang dipegang putri Proklamator RI Soekarno itu bermata dua. Satu mengarah ke dalam, satunya lagi mengarah keluar.

Ke dalam, yakni ke internal PDIP, Megawati ingin partainya itu konsisten dengan paham Marhaenisme ala Bung Karno yang dianutnya.

PDIP sebelumnya bernama PDI yang berdiri pada 10 Januari 1973. PDI merupakan reinkarnasi dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Bung Karno tahun 1927. Ideologi PNI adalah Marhaenisme.

Bukankah banyak kader PDIP yang berjiwa Marhaenisme? Tidak salah. Cuma mereka adalah cucu-cucu ideologis Bung Karno. Sedangkan Puan, selain cucu ideologis adalah cucu biologis Bung Karno. Jadi, Puan "two in one".

Sebab itu, kata politikus senior PDIP Trimedya Panjaitan, partai berlambang kepala banteng ini harus tetap dalam "genggaman" trah atau dinasti Bung Karno.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X