Mosaik Putri Diana (12): Konflik dengan Kesusilaan

- Jumat, 23 September 2022 | 23:44 WIB
Patrick Jephson, Diana, dan buku Shadows of A Princess
Patrick Jephson, Diana, dan buku Shadows of A Princess

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

Bagiku, tanda-tanda terakhir tiba sebulan setelah penayangan Panorama. Saat itu Putri—pelindung Birthright, Barnardo’s, dan selusinan badan amal anak-anak, simbol bakti seorang ibu dan perwujudan dari kebajikan perempuan—mendekat pelan-pelan ke belakang pengasuh anak-anaknya, Tiggy Legge-Bourke, pada saat pesta Natal dan berbisik: ““Saya turut berduka cita soal bayi itu.”

Putri sendiri yang menceritakan hal itu kepadaku saat aku menemaninya makan siang. Dia begitu gembira. Aku segera tahu apa yang telah dia perbuat. Dia telah merancang dan menyebarkan gosip sumbang bahwa Tiggy pernah melakukan aborsi. Identitas “ayah” bayi itu tak disebutkan, dibiarkan agar mengundang rasa penasaran.

“Demi Tuhan!” kataku, memegang kepalaku dan memikirkan tentang kedua orang putriku.

Putri tak melihat kengerian dan kekuatiranku. Ketika dia melangkah dengan riang ke kamarnya, dia menambahkan, “Saya tahu ini benar. Setelah saya mengatakan hal itu kepada Tiggy, (kepala pelayan) berkata bahwa dia hampir pingsan dan harus dipapah ke ruang atas!” Pantas saja, pikirku.

Ma’am, apakah anda punya bukti?”

“Sudah saya katakan. Lagi pula, saya tak butuh bukti. Saya tahu.…”

Sekali lagi “intuisi” Putri—yang telah dia jadikan pedoman—terbukti tidak tepat. Yang paling dia butuhkan adalah bukti, dan jelas dia tidak memilikinya. Bantahan hukum Tiggy tangkas dan meyakinkan, meskipun tetap saja tidak mempengaruhi mekanisme penolakan diri Sang Putri.

Pelakuan bosku terhadap Tiggy telah membulatkan tekadku. Aku melihat bahwa kesetiaanku kepada Putri kini telah bertentangan dengan loyalitas yang lebih tinggi—yaitu kesusilaan. Berhadapan dengan surat Ratu, aku juga menyimpulkan bahwa jika aku berada di pihak Putri, konflik dengan kepala negara tak terelakkan lagi. Aku tak pernah menduga kasusnya akan menjadi seperti ini.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X