Mosaik Putri Diana (13): “Paling Tidak Kita Bisa Berjabat Tangan”

- Jumat, 23 September 2022 | 23:59 WIB
 (Getty Image)
(Getty Image)

Dia berdiri dan berjalan ke pintu. Aku bergerak ragu-ragu mengikutinya. Tiba-tiba dia berbalik, rona di pipinya tampak kembali. “Well, paling tidak kita bisa berjabat tangan,” katanya. Kami pun berjabat tangan.

Dia segera kembali ke atas. Aku mendengar suara bantingan pintu. Menanti semenit, aku merasakan suatu keheningan yang mendadak. Jadi, begitulah. Aku merasa mati rasa.

Aku keluar dari Istana dan berjalan dengan langkah bergegas ke pos penjagaan. Di sana aku menelepon kantor pers Ratu. Surat pengunduran diriku kini bisa diumumkan. Aku telah menggagalkan suatu kisah mematikan esok hari.

Untuk terakhir kalinya, aku melangkah keluar gerbang istana. Aku menikmati sinar matahari bulan Januari pada wajahku dan menatap langit yang biru cerah. 

***

 

Dalam masa-masa sulit hanya anak-anaklah yang menjadi pelipur lara Diana. Ikuti terus dalam Mosaik Diana (14): Anak-Anak yang Melimpahinya Cinta

(Sumber foto: Getty Images)

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X