Mosaik Putri Diana (14): Anak-anak yang Melimpahinya Cinta

- Sabtu, 24 September 2022 | 04:04 WIB
Diana bersama Pangeran Harry dan Pangeran William (Getty Images)
Diana bersama Pangeran Harry dan Pangeran William (Getty Images)

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

Kepada dua anaknya, Pangeran William dan Pangeran Harry, kasih sayang Putri Diana tertumpah. Walaupun kehidupan perkawinannya hancur, Diana tetap mendidik anak-anaknya untuk menjadi anggota keluarga kerajaan yang baik. Cuplikan penuturan Jephson mengenai kecintaan Diana kepada anak-anaknya.

 

Putri tak pernah melakukan hal yang lebih serius daripada mempersiapkan anak-anaknya untuk hidup dalam pandangan mata publik. Tekad kuat ini meningkat setelah perpisahan, ketika dia yakin bahwa dia tidak akan menjadi seorang Ratu. Dia berkonsentrasi untuk mewariskan kepada William seni menjadi keluarga kerajaan, dengan cara seperti orang luar yang butuh belajar sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat dan dengan harga apapun.

Anak-anaknya mula-mula belajar dari para pengasuh terbaik yang ada di rumah dan kantor. Mereka diajari untuk tidak takut kepada emosi yang timbul akibat kematian dan penyakit yang mungkin akan terus mendampingi mereka selama keluarga kerajaan ikut campur menanggulangi masalah ini.

Dalam beberapa kesempatan saat mereka menemani Putri dalam acara publik, mereka juga belajar bagaimana menjalankan peran mereka dengan segala tanda kesenangan yang tulus. Putri pernah mengatakan kepadaku bahwa adalah ironi bagi dirinya mengajari anak-anaknya untuk bersahabat dan ramah kepada orang asing, ketika sebagian besar orangtua justru mengingatkan anak-anaknya untuk bertindak sebaliknya.

Yang terpenting, di samping hal-hal tersebut, Putri tak pernah menyerah dan kehilangan semangat agar kehidupan anak-anaknya sama seperti teman-teman sebaya mereka. Dia selalu meyakinkan bahwa anak-anaknya bisa menikmati jalan-jalan ke McDonald’s, bioskop, tempat belanja, dan berpesta dengan teman-teman sekolah.

Pencarian kasih sayang yang tak kenal lelah itu dengan sangat kejam berpadu dengan ketidakmampuan Putri Diana untuk menerima pengabdian betapapun tulusnya. Tak jadi soal, meskipun kasih sayang itu diberikan oleh seorang lelaki yang berhati baik atau dunia yang mempedulikannya. Hanya melalui pengabdian kepada anak-anaknya, dan melalui cinta kasih mereka yang tulus, Putri Diana tampaknya menemukan kebebasan. _

***

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Obstruction of Press Freedom

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:23 WIB

Mosaik Putri Diana (30): Kronologi Kehidupan Diana

Jumat, 30 September 2022 | 11:31 WIB

Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB

Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Selasa, 27 September 2022 | 08:18 WIB

Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Selasa, 27 September 2022 | 07:58 WIB

Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB

Mosaik Putri Diana (24): Dodi Bukan Cinta Sejati Diana

Senin, 26 September 2022 | 08:20 WIB

Mosaik Putri Diana (23): Diana-Charles Saling Mencinta

Minggu, 25 September 2022 | 21:51 WIB

Mosaik Putri Diana (21): Para Pria di Sekitar Diana

Minggu, 25 September 2022 | 21:35 WIB

Mosaik Putri Diana (19): Naik Gondola Tengah Malam

Minggu, 25 September 2022 | 08:47 WIB

Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB

Mosaik Putri Diana (15): “Dia Pribadi yang Rumit”

Sabtu, 24 September 2022 | 12:55 WIB
X