Mosaik Putri Diana (16): Yang Selamat dari Kecelakaan Maut

- Sabtu, 24 September 2022 | 13:06 WIB
Kecelakaan maut yang merenggut nyawa Putri Diana dan Dodi Al-Fayed ternyata menyisakan satu jiwa yang selamat. (Foto Istimewa)
Kecelakaan maut yang merenggut nyawa Putri Diana dan Dodi Al-Fayed ternyata menyisakan satu jiwa yang selamat. (Foto Istimewa)

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

 

Bertahun-tahun setelah Putri Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997, Trevor Rees-Jones menuliskan pengalamannya. Dia adalah pengawal Dodi Al-Fayed—kekasih Diana saat itu—yang ikut pula tewas dalam insiden itu. Pada 2000 dia membuat sebuah kesaksian dalam buku The Bodyguard’s Story yang membuat berang pengusaha Mohamed Al-Fayed, ayah Dodi.

 

Lima minggu setelah kecelakaan yang menewas­kan Putri Diana dan Dodi Fayed pada Agustus 1997, body­gu­ard Dodi, Trevor Rees-Jones memaksakan diri untuk bangkit dari tempat tidurnya. Menjadi satu-sa­tunya yang lolos dari kece­la­kaan maut itu, Rees-Jones mengalami ke­ru­sakan pada wa­jah akibat bekas tiga operasi berat, tu­buh­nya kurus, dan peng­lihatannya terganggu.

Tetapi dia memutuskan untuk berangkat ke gereja lokal di Whittington, Inggris, di mana sahabat-saha­batnya per­nah berdoa bersama dan mengirimkan re­kaman itu ke ruang ru­mah sakit di Paris. Rees-Jones kembali ke Inggris setelah sembuh, dan dia ingin me­nunjukkan penghar­ga­an­nya tidak hanya kepada para sahabatnya itu. “Jika me­mang ada Yang Di Atas,” kata Rees-Jones, “Saya ingin mengu­cap­kan terima ka­sih.”

Pada saat Rees-Jones bersiap-siap berangkat ke Kota New York untuk mempromosikan bukunya The Body­­gu­ard’s Story: Diana, the Crash, and the Survivor—ke­saksiannya mengenai kejadian-kejadian menjelang ke­ce­lakaan—yang dipublikasikan pada 15 Maret 2000, mantan pasukan para ini berkisah tentang penderi­ta­an yang dia­laminya ketika bangun dari tragedi itu. “Berkali-kali saya merasa bahwa mungkin ke­matian akan lebih mudah bagi saya ataupun bagi orang lain,” kata Rees-Jones.

Satu-Satunya yang Selamat

Salah satu saat yang paling menyedihkan datang pada hari kedua belas Rees-Jones ada rumah sakit. Saat itu ibu­nya Jill, dan ayah tirinya Ernie Rees-Jones, mengatakan bahwa Diana, Dodi, dan sopir Henri Paul tewas dalam kecelakaan itu. “Tak ada kata-kata yang bisa menggam­bar­kan emosi yang saya ra­sakan,” ujar­nya. Dia ingin mena­ngis, berteriak, memukul, tetapi, “Rahang saya terkunci, saya mengenakan penahan le­her yang kaku, ….”

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: opini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X