Mosaik Putri Diana (17): Dodi Tak Ingin Dikawal

- Sabtu, 24 September 2022 | 13:12 WIB
Diana, Trevor Rees-Jones, dan buku yang ditulisnya. (Sumber foto: Istimewa)
Diana, Trevor Rees-Jones, dan buku yang ditulisnya. (Sumber foto: Istimewa)

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

 

Trevor Rees-Jones sebenarnya tidak mudah berbicara mengenai kejadian yang menimpa Diana dan bosnya Dodi Al Fayed. Dia menolak bayaran lebih dari 1 juta dolar untuk melakukan beberapa wawancara. Dia tetap diam hingga ayah Dodi, pengusaha Mohamed Al-Fayed, mengatakan pada Agustus 1998 bahwa kecelakaan itu diakibatkan oleh “perbuatan-perbuatan tidak profesional dan ketidakmampuan” Rees-Jones.

 

Trevor Rees-Jones menjawab tuduhan itu dengan mem­­­be­rikan kesaksian dalam 336 halaman bukunya. Da­lam sebuah petikan eksklusif yang muncul di ha­rian Inggris Daily Telegraph beberapa hari sebelum buku itu menjadi best­seller di toko-toko buku di Ing­gris dan, seminggu ke­mu­dian terbit di AS, Rees-Jones menolak teori Fayed bahwa agen rahasia Inggris be­ren­cana membunuh Diana. Malahan dia melukiskan usaha Dodi—yang benar-benar hidup dan dinamis—un­tuk meluangkan waktu dengan Diana yang mem­ba­wanya ke kecelakaan fatal itu.

Setelah keluar dari Hotel Ritz milik Al Fayed, Henri Paul, wakil direktur sekuriti hotel yang juga tewas dalam ke­celakaan itu, mengatakan kepada Rees-Jones dan ko­leganya Alexander “Kez” Wingfield, “Dodi tak ingin ada pengawal.” Namun Rees-Jones balik bersikeras, “Anda tak bisa pergi tanpa peng­a­wal­an,” Dodi pun menyerah. Atas keberatan Wing­field memakai mobil itu, Rees-Jones me­nulis, “Dodi mengatakan kata-kata ajaibnya ‘Pasti diper­bo­lehkan oleh ayahku’.”

Dalam wawan­cara dengan Daily Telegraph itu, Rees-Jones—yang tidak bi­sa ingat masa-masa sekitar kejadi­an—meng­gambarkan Dodi sebagai “benar-benar terluka parah di sebelah bela­kang.” Dia juga me­nga­ta­kan bahwa ketika ka­wan­an paparazzi di seki­tar Dodi dan Diana bertambah banyak, dia dan Wingfield, dua kali menelepon ke kantor pu­sat Al-Fayed untuk meminta bantuan na­mun gagal.

Rees-Jones banyak memuji figur Diana. Na­­mun dia menulis bah­wa ada seorang rekan pengawal pribadi yang merasa bahwa “dia bisa memperoleh yang lebih baik daripada lelaki ini.” Rees-Jones juga mengatakan bahwa dia tahu pasangan itu akan bertunangan, se­per­ti yang telah di­nya­takan oleh Al Fayed. Tetapi dia memberikan sebuah versi yang “tak karuan” menge­nai pembelian cincin pertunangan seharga 200 ribu dolar AS di Monte Carlo. Seingat Rees-Jones, pasang­an itu naik ke darat dari yacht dan berjalan kaki, Dodi terengah-engah mencoba mengikuti langkah kaki Diana. “Cincin itu mungkin benar-benar nyata,” sim­pul Rees-Jones, “Tetapi waktu pembelian dan fungsi­nya hilang dalam mitos.”

Mohamed Al-Fayed merespons buku itu dengan mela­ku­kan usaha yang gagal untuk mencegah pub­lika­si petilan-petilannya. Rees-Jones sendiri meraha­siakan proyek penu­lis­an buku ini selama hampir seta­hun. Moira Johnston, penulis California yang menulis 6 buku dan menjadi ghost­writer buku Rees-Jones di Oswestry, Inggris, mengatakan “Dia tidak ingin me­nu­liskannya,” tetapi merasa bahwa “re­putasi dan kre­dibilitasnya” membuat dia perlu membantah tuduhan Al-Fayed.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: opini

Tags

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X