Mosaik Putri Diana (18): Agen Rahasia Inggris, Prancis, dan AS Terlibat?

- Minggu, 25 September 2022 | 08:38 WIB
Buku-buku yang menulis tentang keterlibatan agen rahasia dalam kematian Diana. (Sumber foto: Diana setelah kematian)
Buku-buku yang menulis tentang keterlibatan agen rahasia dalam kematian Diana. (Sumber foto: Diana setelah kematian)

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

 

Empat tahun Putri Diana dan Dodi Al-Fayed tewasdalam kecelakaan di sebuah terowongan di Prancis. Kematian itu masih bersaput misteri. Ayah Dodi, Mohamed Al-Fayed tetap meneruskan usahanya untuk mencari informasi mengenai kejadian tragis yang berujung maut itu. Dalam sebuah konferensi di AS, dia mengungkapkan dugaannya atas keterlibatan agen-agen rahasia dari tiga negara dalam peristiwa itu.

 

Segera setelah tanggal 31 Agustus 1997, saat tabrakan maut menewaskan pasangan Putri Diana dan Dodi Al-Fayed, pengadilan Prancis memutuskan bahwa penyebab kecelakaan itu adalah sopir yang mabuk. Sang sopir sendiri, bernama Henri Paul, juga termasuk yang tewasdalam kecelakaan itu. Satu-satunya yang selamat adalah bodyguard Dodi, Trevor Rees-Jones.

Tetapi Al-Fayed kembali mengulangi tuduhannya bahwa agen rahasia Inggris merekayasa kecelakaan itu untuk mencegah Putri Wales agar tidak menikah dengan seorang Muslim. Al-Fayed juga mengajukan tuntutan agar dinas-dinas rahasia AS mengumumkan berkas-berkas yang dia percayai akan membuktikan adanya konspirasi itu.

Al-Fayed yang merupakan pemilik toko serba-ada terkemuka di London, Harrods, menyatakan hal itu dalam sebuah rekaman pernyataan yang ditayangkan pada sebuah konferensi pers di Washington, D.C., pada Oktober 2001. Dalam pernyataan itu Al-Fayed menuduh dinas rahasia—termasuk FBI, CIA, dan Agen Keamanan Nasional (National Security Agency)—menghalangi dengan keras usahanya untuk meneruskan penyelidikan.

“Mereka telah melakukan apa saja yang mungkin untuk menunda kasus ini dan merintangi diumumkannya dokumen-dokumen yang akan mengungkapkan kebenaran tentang tragedi itu. Saya tidak ragu bahwa kematian itu adalah hasil dari suatu pembunuhan yang berintikan rasisme,” katanya.

Diana Hamil?

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: opini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X