Mosaik Putri Diana (22): Kecelakaan Diana Sudah Direncanakan

- Minggu, 25 September 2022 | 21:41 WIB
Diana, Paul Burrel, dan buku yang ditulisnya (Sumber foto: e-greennara.com)
Diana, Paul Burrel, dan buku yang ditulisnya (Sumber foto: e-greennara.com)

Oleh Ready Susanto, penulis sejumlah buku biografi tokoh

 

Mantan pembantu pribadi Diana, Paul Burrell pada Oktober 2003 meluncurkan kesaksiannya dalam buku berjudul A Royal Duty. Beberapa hal baru terungkap dalam bukunya. Salah satunya mengenai surat Diana yang menyatakan dirinya berada dalam incaran pembunuhan.

 

Paul Burrel, mantan kepala pelayan (butler) Diana mengungkapkan sebuah surat pribadi sang putri yang bertitimangsa Oktober 1996. Dalam surat itu Diana menyatakan rasa khawatirnya akan keselamatan dirinya yang terancam. “Hidup saya kini berada pada tahapan yang paling berbahaya. (Kata-kata dihilangkan) … merencanakan suatu kecelakaan mobil, semacam rem blong … untuk memuluskan jalan Charles menikah lagi,” kata Diana dalam suratnya.

Dalam wawancara ekslusif Paul Burrel dengan Barbara Walters dari acara 20/20 ABCNews hal ini juga terungkap dengan gamblang. Burrel menyatakan bahwa sepuluh bulan sebelum kecelakaan dahsyat itu, Diana menulis surat kepadanya, menyampaikan rasa khawatir atas keselamatan dirinya dan menyebutkan bahwa seseorang “merencanakan suatu kecelakaan pada mobil saya.” Burrell tak menyebutkan identitas orang yang diduga oleh Diana akan mencelakakan dirinya. Namun demikian, Burrell mengatakan dia akan membeberkan nama-nama itu kepada pihak berwenang apabila dilakukan penyelidikan atas kematian Diana.

Pemerintah Inggris sejauh ini memang menolak permintaan diadakannya penyelidikan publik atas kematian Diana. Namun demikian, sebuah pemeriksaan sebab musabab kematian telah selesai dan diharapkan bisa mengarah ke proses hukum di Prancis. Pada 1999 sebuah penyelidikan di Prancis memutuskan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh sopir yang mabuk dan mengemudi terlalu kencang.

Saat ditanyakan mengenai alasan Diana mengkhawatirkan keselamatan dirinya, Burrel mengatakan bahwa Putri takut karena pihak keluarga kerajaan menganggapnya sebagai “meriam yang lepas”.“Dia agak terlalu suka bicara kepada banyak orang,” kata Burrell. “Dia mempercayai cenayang (peramal) dan sahabat-sahabat karibnya, dan saya kira mereka (keluarga kerajaan) hanya ingin membuatnya diam,” tambahnya.

Burrel juga menceritakan sebuah kejadian ketika Diana yakin ada alat pendengar elektronik—penyadap—yang ditempatkan di ruang duduk. “Dia paranoid sekali atas semua aspek keamanan dalam hidupnya,” kata Burrell.“Suatu siang saya masuk ke ruang duduknya, kami menggulung karpet dan memindahkan semua furnitur dan menarik papan lantai mencoba menemukan peralatan penyadap,” lanjutnya. Namun tak sepotong penyadap pun yang ditemukan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: opini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X