Mosaik Putri Diana (25): 'Dia Tidak Cocok untuk Putri'

- Senin, 26 September 2022 | 09:55 WIB
Berlibur di kapal pesiar Dodi Al Fayed. ((Sumber: Diana Setelah Kematian))
Berlibur di kapal pesiar Dodi Al Fayed. ((Sumber: Diana Setelah Kematian))

Dia tidak bermaksud untuk menghabiskan minggu ter­akhir Agustus dengan Dodi Al Fayed. Tempat sudah dipe­san dan pesawat sudah di-booking untuk berlibur bersama Lana. Liburan itu dibatalkan pada menit-me­nit terakhir ka­rena ayah Lana meninggal mendadak, menyebabkan Sang Putri punya waktu kosong sampai anak-anaknya kembali ke Istana Kensington pada 31 Agustus. Putri menerima ta­waran Dodi untuk mengisi waktu dengan dirinya di kapal pesiar pribadinya Jonikal, berlayar sekitar Riviera Prancis dan Sardinia.

Sebelum dia berangkat bertemu Dodi, dia akan kem­bali ke Istana selama satu hari, pada 21 Agustus, tetapi aku tak akan ada di sana karena se­cara sengaja telah me­mu­tuskan berlibur ber­sama keluarga ke Naas, Republik Irlan­dia, untuk menyesuai­kan waktu dengan li­bur Putri. Ketika Putri selesai berkemas pada 15 Agustus untuk ber­angkat ke bandara, aku berbagi rasa senang menjelang liburan bersama Rosa, sam­bil menunggu di Ista­na Kensington.

Baca Juga: Mosaik Putri Diana (2): Perhatian Ratu Elizabeth kepada Diana

“Kita harus melaku­kan sesuatu mengenai orang yang satu ini. Dia tidak cocok untuk Putri, kamu tahu ‘kan. Mau­kah kamu melakukan se­suatu?” aku mem­inta ke­sediaan Rosa. Aku tahu Putri akan men­de­ngarkan Rosa dan aku kira Rosa sama khawatirnya denganku karena “lelaki itu Dodi.” Rosa mengangguk dan tersenyum. Dia mengerti.

Putri sedang bersibuk diri di ruang duduk, merapi­kan mejanya, membereskan kertas-kertas bekas, me­ngecek tas bahunya. Ketika kedua sahabat itu me­nuruni tangga dan bersiap pergi, di tengah jalan dia berhenti dan seperti biasa melakukan pemeriksaan ulang, berpikir sambil bergumam: “Paspor, telepon, walkman ….” Aku bersandar pada pe­gangan tangga dari kayu, memandang Putri yang memakai Versace longgar sederhana. “Anda tahu?” kataku. “Saya tak pernah melihat Anda sehebat ini. Anda tampak sem­pur­na. Anda tak perlu sinar matahari—sudah cokelat kelihat­an­nya!” Dan dia terus menuruni tangga, ter­senyum.

Kami masuk ke ruang masuk bagian dalam. “Pe­gang­kan dulu sebentar.” Dia menyerahkan tas bahu­nya ke ta­nganku dan pergi ke toilet. Tak lama kemu­dian, dia siap untuk berangkat. Dia melangkah ke ba­wah matahari dan masuk ke bagian belakang BMW  ke­tika sopir menyalakan mesin. Aku mengencangkan sabuk pengamannya.

“Kalau sempat, kamu mau menelepon saya, ‘kan?” katanya.

“Tentu saja,” kataku, setelah seminggu mengganti nomor tele­pon genggamnya dengan sejumlah nomor baru yang hanya diketahui oleh segelintir orang.

“Selamat bersenang-senang, Paul.” Aku kembali ke am­bang pintu, dan Sang Putri melambaikan tangan. Aku menyaksikan BMW berbelok ke kiri dan menghi­lang dari pandangan. Dia berangkat ke bandara Heath­row dan naik pesawat ke Athena.

***

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: opini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:13 WIB

Menyambut Brutus-Brutus PSSI

Jumat, 30 Desember 2022 | 01:17 WIB
X