Mosaik Putri Diana (29): Kami Hanyalah Orang Biasa

- Rabu, 28 September 2022 | 13:05 WIB
Earl Charles Spencer dan Diana pada 1984. (News Group Newspapers Ltd)
Earl Charles Spencer dan Diana pada 1984. (News Group Newspapers Ltd)

Seperti biasanya peringata kematian Diana setiap tahun dipusatkan di Istana Althorp. Perayaan pada 2001 is­timewa, karena diadakan pada 1 Juli, hari di mana sesung­guhnya Diana akan genap berusia 40. Bagi Spencer, dukacita yang tak pernah pudar dari orang-orang asing yang datang ke Althorp membuat dia sendiri bingung. “Saya merasa berat melihat orang-orang meneteskan air mata,” katanya.

Ketika Diana meninggal, Charles Spencer tinggal di Afrika Selatan bersama empat anaknya—Kitty, si kembar Eliza dan Katya Amelia, dan Louis. Spencer dibangunkan tepat setelah tengah malam oleh de­ring­an telepon dari ma­najer Istana Althorp. Esok paginya, dia menjumpai anak-anaknya sambil me­nangis. “Saya katakan, ‘Ayah mendapat kabar me­nge­rikan. Ayah kha­watir Bibi Diana me­ning­gal,’” ke­nang­nya. “Mere­ka terpaku di sekitar saya mem­perlihat­kan rasa sedih yang luar biasa.” Mereka juga mencoba mem­bantu. “Suatu saat setelah sarapan, saya mendengar suara berisik.. Kitty, yang masih berusia 6 ta­hun, sedang me­narik kursi menyeberangi lantai dapur agar dia bisa ber­diri di bak cuci,” katanya. “Perilaku-perilaku ke­cil seperti itu memperlihatkan bahwa me­­reka sungguh me­nunjukkan teng­gang rasa.”

Baca Juga: Mosaik Putri Diana (27): Diana Tak Ingin Mampir ke Paris

Perilaku publik yang lebih besar, seperti lautan bunga yang memenuhi gerbang Istana Kensington pada hari-hari setelah kematian Diana, aneh sekaligus menenteramkan. “Malam sebelum pe­ma­kaman, saya ber­sa­ma keluarga be­rangkat ke Taman Ken­sington dan berkeliling sekitar se­te­ngah jam,” kenangnya. “Ka­mi tidak menonjol­kan diri. Ra­sa­nya tenteram melihat begitu banyak orang yang terkejut karena (kema­ti­annya).”

Spencer bangun pada pukul 04.30 pagi pada suatu pagi untuk menulis eulogi. “Butuh waktu satu sete­ngah jam,” ka­tanya. “Keluar begitu saja.” Dekat saat pema­kaman, dia mengunjungi peti mati saudaranya di sebuah kapel di Ista­na St. James. Dia memutuskan untuk tidak melihat tubuh Diana. “Dia telah terluka sa­ngat parah, “ katanya,” dan sa­ya ingin mengenang dia seperti yang saya kenal sebelum­nya.” Sendirian di kapel itu, Spencer me­nyam­paikan eulo­gi­nya kepada Diana.

Ketika matahari muncul keesokan paginya, Spen­cer berusaha keras mengingat mengapa dia ada di tempat itu. Suara lonceng gereja, tangisan para pe­ngan­tar sepanjang rute iring-iringan, suara-suara se­patu di aspal—semua itu terasa memedihkan hati. Ber­jalan di belakang peti mati Diana—di samping William dan Harry, Pangeran Charles, dan Pangeran Philip—“adalah  pengalaman paling me­nyik­sa dalam hidup saya,” kenangnya. “Ada perasaan yang nya­ta ten­tang kesedihan yang paling dalam...., semua itu menghantam dirimu. Itulah terowongan dukacita.”

Baca Juga: Mosaik Putri Diana (28): ‘Berhati-hatilah, Paul’

Wiliam dan Harry

Spencer pada saat itu sebenarnya menentang ide Ista­na agar William, ketika itu 15, dan Harry, hampir 13, ikut serta dalam iring-iringan duka itu. “Saya rasa Diana tidak ingin mereka melakukan hal itu,” kata­nya. Namun demi­ki­an, “Saya memperoleh pesan dua hari sebelum pe­makaman yang mengatakan bahwa me­reka akan mela­kukan hal itu dan mereka juga ingin saya ada di sana.” Pada akhirnya, me­mang William dan Harry bisa “melaku­kannya dengan ang­gun”, kata Spencer.

Setelah pidatonya di Abbey, publik memberikan per­­­se­tujuan mereka kepa­da Spencer, dan dengan de­mi­­kian meng­hapus citra bu­ruknya sebe­lumnya. Juluk­an Champagne Charlie pada pertengah­an ’80-an dari pers Inggris karena kesukaannya ber­pes­ta, reputasi Spencer secara besar-besaran direha­bilitasi setelah dia dengan berani membela saudara­nya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: opini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:13 WIB

Menyambut Brutus-Brutus PSSI

Jumat, 30 Desember 2022 | 01:17 WIB
X