Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

- Senin, 3 Oktober 2022 | 15:02 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Oleh Wina Armada Sukardi

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,- Sebenarnya, Aremania, julukan suporter kesebelasan Arema Malang, Jawa Timur, lebih dari dua dekade terakhir sudah dikenal sebagai salah satu suporter klub sepak bola Indonesia yang paling tertib, damai, atraktif dan simpatik.

Mereka sudah terbiasa masuk ke stadion menonton tim Kesayangannya dengan membayar. Kesadaran membeli karcis bakal membantu penampilan dan manajemen kesebelasan kesayangannya sudah melekat pada Aremania. Sudah menjadi disiplin mati. Mendarah daging. 

Sebelumnya memang mereka pernah dikenal juga sebaga fans yang beringasan. Fanatisme kepada Arema hampir selalu membuat mereka gemar membuat keonaran. Mereka menjadi sumber kericuhan. 

Belakangan mereka sadar, tingkah laku seperti itu, selain membahayakan keselamatan anggotanya, juga dapat merugikan kesebelasan Arema sendiri. Kemudian mereka mulai berubah.

Boleh mendukung kesebelasan kesayangan dengan fanatisme tinggi, aktraktif, namun harus dalam batas-batas ketertiban, sportifitas, dan damai . Aremania sudah sejak lama menyadari, jika mereka tidak tertib, tidak damai dan sportif justru Arema sendiri yang akan menerima dampak-dampak buruk.

Akibat tingkah pola Aremania yang tercela, kesebelasan Arema dapat menanggung sanksi yang merugikan semua pihak.

Dari sana Aremania lantas berubah total. Mereka menjelma menjadi suporter teladan. Itulah sebabnya Aremania sering dijadikan contoh profil suporter sepak bola modern . Kalah atau menang, Aremania terus mendukung tim pujaan mereka. 

Tak mengherankan, sejarah mencatat, Aremania pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan. Aremania pernah dianugrahi The Best Suporter pada Ligina VI 2000 oleh Ketum Agum Gumelar.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB

Quo Vadis DKJ dan Musyawarah Burung.

Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:09 WIB
X