Ledakan Bom Sosial dalam Kekerasan Sepak Bola

- Senin, 3 Oktober 2022 | 15:02 WIB
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)
Wina Armada Sukardi (Arsip Pribadi)

Demikian juga, mereka menerima predikat serta The Best Suporter pada Copa Indonesia II 2006. Selain itu, pada Indonesian Super League 2010, Aremania menjadi fans sepak bola yang melakukan tur dengan jumlah paling besar.

Sekitar 50 ribu Aremania datang ke Jakarta untuk menyaksikan pertandingan Arema FC dengan Persija Jakarta. Itu belum
terhitung jumlah fans yang datang dari seputar Jabotabek yang diduga berjumlah sekitar delapan ribuan orang.

Berubah Total. 

Pertanyaannya, kenapa pada Sabtu, 1/10, tatkala melawan Persibaya mereka berubah total? Kenapa tiba-tiba mereka menjadi brutal? Kekalahan pertama di kandang selama 23 tahun dari rival sesama Jawa Timur, kesebelasan Persebaya, jelas membuat sakit hati. 

Menciptakan penderitaan bagi Aremania. Hanya saja, kalo cuma itu alasan, tidaklah cukup kuat menjadi faktor utama mengubah suporter yang sebelumnya begitu tertib, damai, atraktif dan simpatik menjadi suporter yang brutal: mengejar-ngejar pemain, merusak fasilitas stadion dan kendaraan yang ada disana?

Tindakan polisi menyemprotkan gas air mata di dalam stadion, jelas terang benderang sangat berperan menciptakan chaos yang menyebabkan lebih dari 100 orang tewas. Tapi itu merupakan soal lain lagi yang juga perlu diusut. 

Meski begitu, pertanyaan dasar terhadap apa yang memicu perubahan profil dasar Aremania, tetap menggelitik. Biasanya kalah atau menang, Aremania tetap mendukung kesebelasaan Arema dengan positif. 

Mereka setelah masuk pada fase menjadi suporter yang tertib, damai, sportif, dan aktraktif sudah terbiasa menerima kekalahan.
Lantas mengapa setelah mereka keok 2
-3 dari Persibaya mereka langsung seperti “terbakar,” tak terkendali dan hilang identitasnya yang tertib, damai,sportif dan atraktif ?

Saluran Keresahan Sosial. 

Sepak bola merupakan olah raga akar rumput. Dalam perkembangannya kemudian, sepak bola bukan sekedar urusan pertandingan teknis di lapangan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menimbang Gibran di Pilgub Jateng.

Jumat, 3 Februari 2023 | 06:35 WIB

Bela Negara, Bukan Sekadar Aksi Angkat Senjata

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:03 WIB

Bela Negara dan Persepsi Publik

Kamis, 2 Februari 2023 | 22:43 WIB

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB
X