Menguji Kebohongan FKM Soal 20 Juta Suara Anies Baswedan

- Kamis, 24 November 2022 | 23:20 WIB
Karyudi Sutajah Putra (Dok. Pribadi)
Karyudi Sutajah Putra (Dok. Pribadi)

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

UNTUK menutupi satu kebohongan diperlukan dua kebohongan lain. Untuk menutupi dua kebohongan diperlukan empat kebohongan lain. Begitulah seterusnya. Kebohongan akan beranak-pinak. 

Begitu pulakah yang terjadi dengan Forum Ka'bah Membangun (FKM)? Saat mendeklarasikan dukungannya bagi Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Yogyakarta, Sabtu (19/11/2022), Ketua FKM Habil Marati mengklaim 20 juta suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan hilang jika partai tersebut tidak mendukung bekas Gubernur DKI Jakarta itu sebagai capres.

Maka adakah kebohongan lain yang lebih besar daripada apa yang disampaikan Habil Marati itu? Mungkin Habil perlu diuji dengan “lie detector” atau alat penguji kebohongan. Betapa tidak?

Sejak berdiri pada 5 Januari 1973, sampai Pemilu 2019 belum pernah sekali pun PPP meraup suara hingga 20 juta. Paling banter 11,31 juta atau 10,72% pada Pemilu 1999. Adapun pada Pemilu 2019, partai berlambang Ka'bah ini hanya mendapat suara sah 6.323.147 (4,52%).

Bahkan jika kita cermati, perolehan suara PPP justru cenderung menurun dari pemilu ke pemilu. Jika pada Pemilu 1999 mendapat 11,31 juta suara (10,72%), maka pada Pemilu 2004 suara PPP menurun menjadi 9,24 juta (8,12%). Demikian pula pada Pemilu 2009, perolehan suara PPP kembali turun menjadi 5,54 juta (5,33%).

Perolehan suara PPP sempat meningkat menjadi 8,12 juta (6,53%) pada Pemilu 2014, namun menurun lagi pada Pemilu 2019 menjadi 6,3 juta (4,53%) atau yang terendah sejak 1999. Kini berdasarkan survei berbagai lembaga kredibel, PPP justru diprediksi tidak akan lolos “parliament threshold” 4% pada Pemilu 2024.

Lalu, bagaimana bisa FKM mengklaim PPP akan kehilangan 20 juta suara jika tidak mendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024, sedangkan PPP sendiri perolehan suaranya tidak pernah mencapai 20 juta?

Katakanlah perolehan suara PPP pada Pemilu 2024 nanti akan seperti Pemilu 1999, yakni 11,31 juta, itu pun masih jauh dari angka 20 juta. Belum tentu pula seluruh pemilih PPP akan memilih Anies Baswedan di Pilpres 2024. Sebab, kondisi dukungan suara di setiap daerah berbeda-beda. Bisa jadi di daerah A para pemilih PPP memilih Anies, tapi di daerah B justru anti-Anies. Sebab itulah hingga kini PPP belum memutuskan siapa capres yang akan diusung atau didukung untuk Pilpres 2024. Apalagi FKM bukan organ resmi PPP. Bahkan bisa dikatakan FKM adalah "sempalan" dari PPP.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kuda Hitam Pilpres 2024.

Jumat, 9 Desember 2022 | 02:22 WIB

Kekalahan itu Guru.

Rabu, 30 November 2022 | 04:34 WIB

Selamat Milad Maston Lingkar

Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB

Peringatan Hari Guru dalam Sastra.

Sabtu, 26 November 2022 | 09:06 WIB

Aku Berbiak di Gadgetmu.

Rabu, 23 November 2022 | 11:06 WIB

Garis-Garis Manis Made Kaek

Jumat, 18 November 2022 | 09:37 WIB

Absolutisme Kebiasaan yang Mematikan.

Sabtu, 12 November 2022 | 09:28 WIB

Sebuah Refleksi: Menelisik Film Indonesia

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:53 WIB
X