Selamat Milad Maston Lingkar

- Sabtu, 26 November 2022 | 13:28 WIB
Eko Tunas  (Arsip pribadi Eko Tunas )
Eko Tunas (Arsip pribadi Eko Tunas )

 

Oleh Eko Tunas.

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-SAYA mengenalnya pada 1983, saat saya masih kuliah di IKIP-N Semarang, Sampangan, sedaerah dengan rumah awal Maston. Sutradara yang mulai dikenal, atas pentas-pentas grup teater yang dipimpin dan disutradarainya, Teater Lingkar.

Satu kelompok teater yang mengaku diri teater kampung -- untuk membedakan dengan teater kampus. Bermarkas di Genuk Krajan, tetangga THR Tegalwareng yang kemudian jadi Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), dan latihannya di halaman Kantor Kelurahan.

Seorang PNS (sekarang ASN) di kantor Provinsi Jateng, yang juga guru teater di SMA-N 1. Siswi-siswi binaannya suka dan rajin latihan teater di sekolah sore hari, karena menurut mereka, Pak Maston mirip Iwan Fals. Penyebutan nama Pak Maston jadi lucu, sebab nama Maston sebetulnya sebutan Mas untuk nama aslinya Hartono.

Sebagaimana kala Teater Lingkar mengundang Rendra baca puisi di GOR Simpanglima (sekarang jadi Citraland) -- saat baca puisi si burung merak marak berhonor tinggi -- Rendra memanggil Maston: Dik Maston.

Pada tahun-tahun itu, Teater Lingkar sudah puluhan kali pentas. Dan rumah Maston di daerah Sampangan itu menjadi semacam ruang ngobrol dan diskusi seni para seniman. Termasuk Timur Suprabana, dan Emha Ainun Nadjib yang pernah singgah dan menginap. Mbak Dhien, isteri Maston, adalah seorang wanita karier dan ibu rumahtangga yang well come menerima para seniman dengan senyum dan teh manisnya.

Bisa dibayangkan enerji repot suami-isteri ini. Bekerja di kantor, latihan sore hari, dan begitu capai pulang ke rumah sudah ditunggu para seniman untuk ngobrol hingga larut malam. Mbak Dhien juga terlibat di Teater Lingkar sebagai tim artistik, khususnya perancang grafis dan busana.

Rumah Maston adalah rumah perumahan coopel berlantai dua. Hanya lebar lima meteran, seumumnya perumahan. Ini ternyata menyelamatkan, saat terjadi banjir bandang 1990. Maston, Mbak Dhien, pembantu dan tiga anak yang kala itu masih kecil-kecil, bisa menyelamatkan diri ke lantai atas.

Maston Lingkar (Arsip pribadi Maston Lingkar )

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Potensi Domba Lokal Lereng Barat Gunung Slamet

Sabtu, 4 Februari 2023 | 14:19 WIB

Menimbang Gibran di Pilgub Jateng.

Jumat, 3 Februari 2023 | 06:35 WIB

Bela Negara, Bukan Sekadar Aksi Angkat Senjata

Kamis, 2 Februari 2023 | 23:03 WIB

Bela Negara dan Persepsi Publik

Kamis, 2 Februari 2023 | 22:43 WIB

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB
X