Lemparan Telur Busuk di Acara Anies, Teror atau "Playing Victim"?

- Minggu, 4 Desember 2022 | 20:03 WIB
Karyudi Sutajah Putra (Dok. Pribadi)
Karyudi Sutajah Putra (Dok. Pribadi)

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

MAKA prihatinlah kita. Dari kabar yang ramai tersiar, terjadi insiden pelemparan telur di Kantor DPW Partai Nasdem Aceh di Desa Pango, Kota Banda Aceh, Sabtu (3/12/2022).

Insiden itu terjadi di Subuh buta sebelum acara silaturahmi bakal calon presiden dari Nasdem, Anies Baswedan dengan masyarakat Aceh di Lapangan Pango.

Selain prihatin, kita juga mengecam keras jika peristiwa bernuansa teror itu benar-benar terjadi. Namun, agaknya kita pun perlu menganalisis seputar insiden itu.

Pertama, Ketua DPW Nasdem Aceh Teuku Taufiqulhadi mengklaim pelakunya adalah pembenci Anies. Pertanyaannya, bukankah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres 2024 adalah orang asli Aceh? Membenci Anies berarti membenci Surya Paloh. Bagaimana bisa orang Aceh membenci Surya Paloh yang orang asli Aceh?

Benci atau cinta memang relatif. Nisbi. Tapi kecil kemungkinannya masyarakat Aceh membenci Surya Paloh yang merupakan sosok kebanggaan masyarakat Serambi Mekah itu. Apalagi faktanya, dalam acara silaturahmi itu kehadiran Anies justru dielu-elukan oleh masyarakat setempat.

Taufiqulhadi juga mengklaim insiden itu bukan perilaku orisinal orang Aceh, melainkan perilaku hasil "impor". Pertanyaannya, bukankah selama ini masyarakat Aceh sudah familiar bahkan terlalu familiar dengan aksi-aksi teror semacam itu, baik dalam skala kecil maupun besar? Bagaimana bisa aksi pelemparan telur busuk disebut sebagai perilaku impor?

Bila memang insiden pelemparan telur busuk itu sebuah teror, pertanyaan berikutnya, kalau memang mau melakukan teror, mengapa dilakukan saat Subuh atau pagi buta ketika tempat kejadian perkaranya masih sepi, bukan saat Anies atau massa sudah datang dan berkumpul? Mengapa pula teror dilakukan dengan telur busuk, bukan dengan bom molotov misalnya?

Dus, perilaku teror, kalau memang bisa disebut teror, tersebut mungkin sebatas aksi orang iseng belaka, bukan sesuatu yang serius.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KSP: Copot 2 Menteri PKB!

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:09 WIB

Menimbang Biaya Haji di Indonesia.

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:24 WIB

Jabatan Itu Memabukkan, Pak Kades!

Rabu, 18 Januari 2023 | 23:25 WIB

Kades Maju Tak Gentar Demi 9 Tahun Jabatan

Selasa, 17 Januari 2023 | 02:30 WIB

Narcissus Masa Kini

Kamis, 12 Januari 2023 | 14:05 WIB

Abimanyu Wachjoewidajat : Terkait KDRT Venna Melinda

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:48 WIB

Heboh, Viral Muncul Mata Air Di Dekat Makam Eril

Sabtu, 7 Januari 2023 | 15:05 WIB

Indonesia dan 100 Tahun NU.

Jumat, 6 Januari 2023 | 06:06 WIB

Katimbang Nonton Bokep

Rabu, 4 Januari 2023 | 16:16 WIB

Dibuang di UU Pers, Dipunggut ke dalam KUHP

Jumat, 30 Desember 2022 | 17:13 WIB

Menyambut Brutus-Brutus PSSI

Jumat, 30 Desember 2022 | 01:17 WIB
X