Iih...! Rifat Sungkar Mengaku Merinding Melihat Rekaman Kecelakaan Sean dan Bamsoet

- Senin, 6 Desember 2021 | 21:14 WIB
Pereli nasional Rifat Sungkar
Pereli nasional Rifat Sungkar

JAKARTA jakarta.suaramerdeka.com - Insiden yang dialami Sean Gelael dan Ketua MPR Bambang Soesatyo saat berlomba di ajang Sprint Rally Meikarta menjadi viral. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi keduanya yang dapat keluar dari mobil tanpa cedera berarti, meski mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan parah.

“Motorsport itu olahraga yang sangat berbahaya, oleh karena itu diperlukan peralatan yang dapat melindungi pembalap dari risiko fatal“, ujar Rifat Sungkar.

Pereli nasional ini mengaku merinding melihat rekaman kecelakaan yang dialami rekan seprofesinya, Sean, dan Bamsoet. Menurut Rifat, selamatnya Sean dan Bamsoet dari kecelakaan parah itu tidak lepas dari canggihnya peralatan keselamatan yang ada dalam Citroen C3. Seperti kita tahu Citroen C3 itu didatangkan langsung dari luar negeri dengan safety device yang mumpuni.

Baca Juga: Toni Kroos: Ballon d'Or Jatuh ke Tangan Yang Salah. Waduh!

Insan motorsport Indonesia boleh berbangga dengan kehadiran Sirkuit Mandalika di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebuah sirkuit bertaraf internasional dengan fasilitas terbaik dan dipuji oleh berbagai tokoh balap dunia.  

Keberhasilan menggelar event dunia pertamanya yaitu WSBK, turut membuat nama Indonesia dikenal seantero jagat. Dan memang salah satu tujuan dibangunnya sirkuit Mandalika yaitu mengangkat nama Indonesia di mata dunia, khususnya di dunia motorsport.

Sudah pasti ada tujuan mulia lainnya yang ingin dicapai. Diantaranya adalah dapat mencetak pebalap nasional untuk dapat berbicara di tingkat internasional. Sebagai cabang olahraga yang sangat tergantung kepada peralatan dan perlengkapan, atlet motorsport setidaknya membutuhkan dua hal utama, yaitu pertama adalah kendaraan balap beserta teknologinya, sementara yang kedua adalah perangkat keselamatan yang melindungi pembalap dari risiko fatal saat menekuni motorsport.

Sayangnya dua hal mendasar itu tidak dapat dengan mudah diperoleh insan motorsport Indonesia dari dalam negeri. Meski Indonesia menjadi pasar utama beberapa pabrikan mobil maupun motor, sedikit sekali yang menyediakan kendaraan dengan spesifikasi balap.

Baca Juga: Kehadiran Mohamed Salah di Liverpool Bikin Komentar Anti-Muslim Berkurang 50 Persen

Dengan usaha sendiri, insan motorsport Indonesia mencoba membangun dan mengembangkan kendaraan balap dari mobil-mobil atau motor-motor yang ada di tanah air. Menurut pereli nasional Rifat Sungkar, mendatangkan peralatan untuk balapan dari luar negeri tidak mudah dan jelas jauh dari murah. Banyak pembalap Indonesia yang kemudian hanya mampu membeli kendaraan balap bekas dengan teknologi yang sudah ketinggalan.

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Terkini

Espargaro Incar Podium di MotoGP Misano

Kamis, 16 September 2021 | 23:15 WIB

Dela dari DSRT feat F-motor Dua Kali Naik Podium

Minggu, 12 September 2021 | 19:33 WIB
X