Arya Sinulingga: Kementerian BUMN Menyesalkan Adanya Pernyataan Negatif Seakan BUMN Tidak Mendukung Formula E

- Jumat, 3 Juni 2022 | 15:24 WIB
Arya Sinulingga Juru Bicara Kementerian BUMN, pihaknya menerima informasi bahwa sebagian dari korporasi di bawah BUMN menerima proposal sponsorship dari Panitia Penyelenggara Jakarta E-Prix 2022 rata-rata sebulan sebelum even itu diselenggarakan. (Screenshoot instagram/@arya.m.sinulingga)
Arya Sinulingga Juru Bicara Kementerian BUMN, pihaknya menerima informasi bahwa sebagian dari korporasi di bawah BUMN menerima proposal sponsorship dari Panitia Penyelenggara Jakarta E-Prix 2022 rata-rata sebulan sebelum even itu diselenggarakan. (Screenshoot instagram/@arya.m.sinulingga)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-
Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni menyindir Kementerian BUMN yang tidak menjadi sponsor untuk acara tersebut.

"BUMN tidak berikan sponsor apapun. PLN untuk kelistrikan juga kami bayar full," tulis Sahroni dalam unggahan di akun Instagram @ahmadsahroni88

Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat dan berita media tentang dukungan BUMN kepada kegiatan Formula E di Jakarta atau “Jakarta E-Prix 2022” d

Menurut Arya Sinulingga
Juru Bicara Kementerian BUMN,
pihaknya menerima informasi bahwa sebagian dari korporasi di bawah BUMN menerima proposal sponsorship dari Panitia Penyelenggara Jakarta E-Prix 2022 rata-rata sebulan sebelum even itu diselenggarakan.

Baca Juga: Sebagai Mitra Logistik, DHL Dukung Perhelatan Formula E di Jakarta

"Kementerian BUMN menyesalkan adanya pernyataan-pernyataan negatif seakan BUMN tidak mendukung kegiatan Formula-E tersebut.

" Pernyataan itu tidak benar, karena tak ada kebijakan menghambat sponsonship bagi even yang dimaksud.

"Bahkan PT Indosat Tbk (dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison), yang sebagian sahamnya turut dimiliki BUMN, telah menjadi salah satu perusahaan yang mendukung acara tersebut ujar Arya pada siaran persnya, jumat(3/6).

Arya menjelaskan, dalam mendukung even besar dan berskala internasional, BUMN memerlukan waktu untuk melakukan proses pengkajian sponsorhip, termasuk juga melakukan pengkajian secara kelayakan bisnis dan model kerjasama agar memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penjualan Vario 125 Naik Signifikan

Kamis, 3 November 2022 | 18:52 WIB

Harga Bensin Kian Tinggi, MG 5 GT Tawarkan Solusi

Kamis, 3 November 2022 | 16:41 WIB

Peluang Meraup Cuan dari Kendaraan Listrik

Senin, 31 Oktober 2022 | 19:34 WIB
X