Tahun Ini, 308 PTS akan Lakukan Merger

- Jumat, 24 September 2021 | 16:32 WIB
Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ridwan. (Suaramerdeka/Prajtna Lydiasari)
Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ridwan. (Suaramerdeka/Prajtna Lydiasari)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ridwan menyampaikan bahwa tahun ini akan ada 308 perguruan tinggi swasta (PTS) yang melakukan merger atau penggabungan.

PTS yang didorong merger adalah PTS kecil yang memiliki kendala sumber daya, tata kelola hingga finansial.

"Dari pendataan kita mendapatkan ada 308 PTS yang siap bergabung atau menyatu pada tahun ini," ujar Ridwan dalam telekonferensi Akselerasi Program Penggabungan atau Penyatuan PTS Tahun 2021, Jumat, 24 September 2021.
 
 
Ridwan menjelaskan begitu PTS merger maka sumber daya manusia (SDM)-nya akan dihubungkan. Dari sedikit, talentanya jadi banyak sehingga proses pembelajaran makin baik.
 
"Jadi SDM-nya juga bergabung di sana, jadi gak tercecer mereka," jelasnya.
 
Untuk tahap pertama, lanjut Ridwan, baru ada 104 PTS. Jadi kalau ada dua atau tiga PTS bergabung. SDM-nya nanti akan dipindahkan ke kampus yang baru, karena kalau sudah bergabung, dua atau tiga PTS itu akan dicabut izinnya. 
 
"Lahir SDM baru, yakni SDM dosen, tenaga kependidikan (Tendik), sarana dan prasarana (sarpras) itu akan menjadi milik dari PTS baru, hasil penggabungan. Tahap pertama 104 itu menjadi 43 PTS barunya itu hasil penggabungan tadi," tuturnya.
 
 
Untuk diketahui bahwa proses merger telah didorong sejak Februari 2021. Menurutnya, banyak PTS yang mulai sadar jika langkah penggabungan adalah jalan terbaik untuk pertumbuhan kampus.
 
Jika dibandingkan PTS yang melakukan merger lima tahun lalu, Ridwan mengatakan bahwa rencana merger tahun ini justru lebih sedikit.
 
"Kalau kita bandingkan 2015 sampai 2020 itu selama lima tahun hanya 500 sekian yang mau menggabungkan diri, tahun ini saja sudah 308," katanya. ***
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Gandeng IKCS, President University Gelar Korea Edufair

Selasa, 8 November 2022 | 19:18 WIB
X