Sambut Hari Guru Sedunia, Mari Satukan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim (Suaramerdeka/Prajtna Lydiasari)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim (Suaramerdeka/Prajtna Lydiasari)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa hari ini adalah harinya para guru di Indonesia merayakan bersama seluruh pendidik di berbagai belahan dunia.

Sebab, setiap tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Guru Sedunia.

"Hari guru sedunia ini mari kita semua menyatukan semangat yang bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar. Namun bagi kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) setiap hari adalah hari guru seperti ibu dan bapak guru yang tidak pernah berhenti mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak kita. Kami juga berupaya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi para guru dari Sabang sampai Merauke," ujarnya dalam sambutannya melalui kanal Youtube Kemendikbud RI, Selasa 5 Oktober 2021.

Mendikbudristek mengatakan selama hampir dua tahun terakhir, para guru terus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan, seperti guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua muridnya. Sementara di daerah yang sulit akses internet banyak guru yang menantang risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah.

"Dengan hal ini kami berupaya membantu dan mendukung para pendidik dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan beragam paket kebijakan, yakni memberikan opsi bagi guru untuk menerapkan kurikulum darurat yang lebih ramping, lebih sederhana. Kami membagikan modul pembelajaran di masa khusus untuk membantu pembelajaran di daerah yang sulit mengakses internet," katanya.

Selain itu, Kemendikbudristek juga berupaya meningkatkan kesejahteraan guru dengan menyelenggarakan seleksi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan afirmasi bagi pelamar yang telah memiliki sertifikat pendidik, yang berusia lebih dari 35 tahun, penyandang disabilitas, dan berasal dari THK2 dan aktif mengajar selama paling tidak tiga tahun.

Sekarang, lanjut Mendikbudristek, berkat ketangguhan para guru kita berhasil melewati masa yang penuh tantangan saat ini kita mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat demi keselamatan semua warga sekolah.

"Dan sekali lagi, peran ibu dan bapak guru sangatlah besar dalam menyukseskan PTM Terbatas. Oleh karena itu, kami telah memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Saya berharap, ibu dan bapak guru dapat mendukung upaya percepatan vaksinasi ini, sehingga anak-anak kita dapat segera kembali ke sekolah untuk belajar dengan aman, nyaman dan jauh lebih optimal," tuturnya.

Tak lupa, Mendikbudristek mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi para guru dalam mendidik anak-anak Indonesia menjadi generasi pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter. ***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Inilah Tiga Evaluasi P2G Seminggu PTM 100 Persen

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:38 WIB

Inilah Para Jawara Kompetisi Robotik Madrasah 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:37 WIB
X