Dirjen GTK Ingatkan Pekerjaan Bidang Pendidikan Upaya Membangun Peradaban

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:35 WIB
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril (Foto: BKHumas Kemenristekdikbud)
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril (Foto: BKHumas Kemenristekdikbud)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril mengingatkan kembali kepada para calon Guru Penggerak bahwa pekerjaan di bidang pendidikan adalah sebuah upaya untuk membangun peradaban.
 
"Bukan hanya mengajar dan mendidik atau membahas kurikulum dan hasil belajar, namun untuk melahirkan generasi pembaharu yang akan menjawab panggilan dan tantangan zaman, baik masa kini maupun masa depan," ujarnya dalam kegiatan pendidikan Program Guru Penggerak Angkatan ke-4 pada Kamis, 14 Oktober 2021.
 
Iwan juga mengatakan melalui Program Guru Penggerak, pemerintah ingin menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara yakni membangun ekosistem pendidikan di Indonesia yang merdeka dalam belajar serta selalu berpihak kepada peserta didik.
 
 
"Berpihak kepada murid inilah yang harus menjadi orientasi utama setiap pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan di Indonesia," katanya.
 
Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan, Ditjen GTK, Praptono, dalam laporannya menuturkan program pendidikan calon guru penggerak dilaksanakan dalam rangka memantapkan empat pilar pendidikan guru penggerak, yaitu kepemimpinan pembelajaran, pembelajaran yang berdiferensiasi, pembelajaran sosial dan emosional, serta komunitas praktik. 
 
"Pendidikan ini tentunya untuk mewujudkan rasa nyaman, bahagia kepada para peserta didik kita yang semuanya itu dapat ditunjukkan melalui sikap dan emosi positif terhadap satuan pendidikan. Bersikap positif terhadap proses akademik, merasa senang mengikuti kegiatan di satuan pendidikan," kata Praptono. 
 
 
Selain 8.053 calon guru penggerak, program pendidikan selama sembilan bulan ini juga akan melibatkan para pengajar praktik sebanyak 1.641 peserta, fasilitator sebanyak 549 peserta dan juga akan melibatkan para instruktur terbaik sebanyak 50 orang.
 
Sebelumnya, sebanyak 2.395 dari 2.460 calon guru penggerak dan 507 pengajar praktik telah lulus mengikuti Pendidikan Guru Penggerak angkatan 1.
 
Sementara itu, sebanyak 2.800 calon guru penggerak dan 564 pengajar praktik masih mengikuti Pendidikan Guru Penggerak angkatan 2. 
 
"Saat ini, para calon Guru Penggerak angkatan 2 sudah menyelesaikan modul paket 3 dan akan masuk ke lokakarya ke-6 serta pendampingan individu ke-5," bebernya.
 
 
Sementara itu, calon Guru Penggerak angkatan 3 telah menyelesaikan modul 1.4, dan akan masuk ke pendampingan individu dan lokakarya ke-3.
 
"Melalui Program Guru Penggerak, kita akan mengubah paradigma kepemimpinan pendidikan Indonesia, dari paradigma kepemimpinan yang berfokus kepada administrasi pendidikan menjadi paradigma kepemimpinan yang berfokus kepada pembelajaran murid," tambah Iwan. ***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Para Jawara Kompetisi Robotik Madrasah 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:37 WIB

UNS Tempati Posisi Tertinggi IKU PTN

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:47 WIB

Penutupan Acara Setara

Jumat, 15 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Selamat, 8.053 Guru Mulai Jalani Pendidikan

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:11 WIB

Jumlah Penutur Bahasa Kaili Sudah Menurun

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:00 WIB

Dihadiri Wakil Ketua MPR FIS UNJ Gelar Temu Pakar

Senin, 11 Oktober 2021 | 09:43 WIB
X