Bahasa dan Sastra Daerah sebagai Aset dan Kekayaan Nasional Tidak Boleh Terpinggirkan

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 12:49 WIB
Foto YouTube Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah
Foto YouTube Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Di tengah kemudahan dalam mengakses dan membagikan informasi pada ruang digital, penggunaan bahasa dan sastra daerah semakin terpinggirkan.

Hal ini, berpengaruh terhadap sikap positif masyarakat terhadap bahasa dan sastra daerah yang kian menurun.
 
"Bahasa dan sastra daerah sebagai aset dan kekayaan nasional sekaligus identitas dan cerminan karakter bangsa Indonesia tidak boleh terpinggirkan," ujar Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Valentina Lovina Tanate kepada wartawan pada Selasa, 26 Oktober 2021.
 
 
Menurutnya, derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi semestinya menjadi peluang untuk merancang atau merekayasa teknik atau moda yang tepat dalam hal pelestarian, pelindungan, dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah.
 
Oleh karena itu, untuk mewadahi penyebaran informasi kebahasaan dan kesastraan tersebut Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan Seminar Internasional Bahasa dan Sastra Daerah I (Sinar Bahtera I) tahun 2021.
 
Tema seminar tersebut ialah “Keberagaman Bahasa dan Sastra Daerah Memperkukuh Jati Diri Bangsa Indonesia dalam Menyambut Revolusi Industri 4.0”.
 
 
"Penyelenggaraan Sinar Bahtera I sejalan dengan visi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah periode 2020-2024, yaitu Terwujudnya ekosistem pengembangan dan pembinaan bahasa yang mendukung budaya riset dan inovasi kebahasaan yang kreatif, budaya literasi masyarakat yang tinggi, penguatan praktik diplomasi kebahasaan yang maju, dan pelindungan bahasa dan sastra yang dinamis berdasarkan politik dan perencanaan bahasa baru," terangnya.
 
Valentina berharap kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan temuan-temuan kebahasaan dan kesastraan daerah, memberi bekal kebahasaan dan kesastraan yang bersifat teoretis dan praktis kepada masyarakat, meningkatkan mutu kebahasaan dan kesastraan daerah di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi.
 
"Kemudian, menanamkan sikap positif masyarakat, khususnya terhadap bahasa dan sastra daerah, di tengah arus digitalisasi dan globalisasi, membentuk jejaring dan komunitas kebahasaan dan kesastraan di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, nasional, dan internasional," imbuhnya.
 
 
Sinar Bahtera I, lanjut Valentina, merupakan media penyebaran informasi kebahasaan dan kesastraan melalui temuan-temuan para pegiat dan peminat bahasa dan sastra.
 
Selain itu, kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dalam upaya pelestarian, pelindungan, dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah
 
Kegiatan yang digagas oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah ini diharapkan memberikan dampak yang positif dan manfaat yang berkelanjutan di lingkup Provinsi Kalimantan Tengah, nasional, dan global.
 
 
"Dengan seminar ini diharapkan upaya pelindungan, pelestarian, dan revitalisasi bahasa dan sastra daerah berjalan secara masif dan konstruktif," harapnya. ***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Transformasi BRI Institute Menjadi Cyber University

Jumat, 3 Februari 2023 | 10:53 WIB
X