Program PembaTIK diharapkan Jadi Penggerak Komunitas Guru di Wilayahnya

- Jumat, 12 November 2021 | 18:10 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Paudikdasmen), Jumeri (BKHumas Kemendikbudristek
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Paudikdasmen), Jumeri (BKHumas Kemendikbudristek

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Sebanyak 1.020 sahabat Rumah Belajar menyelesaikan kegiatan pembelajaran berbasia TIK (PembaTIK) pada level 1 sampai dengan 4.

Peserta yang mengikuti program PembaTIK, diharapkan akan menjadi penggerak komunitas guru di wilayahnya terutama dalam pemberdayaan TIK.

"Saya ucapkan selamat kepada para guru sebagai aset bangsa yang sangat potensial. Berbagi dan berkolaborasilah dengan guru-guru di komunitas Anda," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Paudikdasmen), Jumeri.
 
 
Jumeri menuturkan bahwa kobarkan semangat literasi digital, maksimalkan potensi diri dengan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. "Teruslah belajar dan menjadi garda terdepan dalam memajukan pendidikan Indonesia," tuturnya.
 
Seperti diketahui, sejak digelar pada April lalu, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berhasil menyelesaikan salah satu program unggulannya, yaitu PembaTIK 2021. Sebagai rangkaian akhir, PembaTIK level 4: Berbagi dan Berkolaborasi digelar untuk membekali guru mahir berkomunikasi.
 
Jumeri berharap program teknis 2021 yang diikuti 80 ribu guru di Indonesia ini dapat meningkatkan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guru sesuai standar The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Sekaligus juga menambah jumlah pengguna portal rumah belajar yang berasal dari kalangan pendidik.
 
 
"Melalui program PembaTIK, kita mewujudkan visi Indonesia yaitu Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, demi terciptanya profil Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bergotong royong dan berkebinekaan global," ujarnya.
 
Sejalan dengan itu, penulis sekaligus pegiat literasi, Maman Suherman mengimbau kepada peserta progran PembaTIK untuk berhati-hati dengan kesalahan mengajar dan kesalahan berkomunikasi. 
 
“Tidak ada anak kurang cerdas. Hanya ada anak yang belum bertemu dengan guru yang baik dan dengan metode pengajaran yang baik. Guru yang baik adalah guru yang mampu memberikan motivasi dan inspirasi,” jelas Maman. ***
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menag: Seleksi Mahasiswa Sarana Peningkatan Mutu PTKIN

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:55 WIB

Inilah Tiga Evaluasi P2G Seminggu PTM 100 Persen

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:38 WIB

198 Produk Ekspor Mahasiswa Siap Masuk Pasar Global

Kamis, 13 Januari 2022 | 19:13 WIB
X