Peringatan Hari Guru, ini Pidato Menyentuh Menteri Nadiem

- Kamis, 25 November 2021 | 23:49 WIB
Puncak peringatan hari guru, Nadiem bertemu gurunya saat di SD Al azhar Jakarta (Instagram@nadiemmakarim)
Puncak peringatan hari guru, Nadiem bertemu gurunya saat di SD Al azhar Jakarta (Instagram@nadiemmakarim)

suaramerdeka-jakarta.com - Mendikbudristek, Nadiem Makarim mengakui pandemi menjadi masa yang berat bagi guru di Indonesia. Dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional 2021, (25/11/2021), Nadiem menyebut para guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, kesehatan, dan batin.

"Guru mau tidak mau mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal. Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan," kata Nadiem.

Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin. Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa “makan”.

"Sangat wajar jika dalam situasi ini banyak guru yang terdemotivasi. Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira. Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah, saat saya menginap di rumah Guru Penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata putus asa," tutur Nadiem.

Baca Juga: Program PembaTIK diharapkan Jadi Penggerak Komunitas Guru di Wilayahnya

"Saat sarapan dengan mereka, saya mendengarkan terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka," sambungnya.

Di situlah Nadiem menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan.

"Guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan, dan kami mendengar," ucapnya.

"Karena itulah, saya tidak akan menyerah untuk memperjuangkan Merdeka Belajar, demi kehidupan dan masa depan guru se-Indonesia yang lebih baik. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua guru se-Nusantara atas pengorbanan dan ketangguhannya. Merdeka Belajar ini sekarang milik Anda!" pungkas Nadiem.

 

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mendidik dan Membentuk Karakter Jadi Tugas Utama Guru

Sabtu, 27 November 2021 | 10:18 WIB

26 UMKM Berpartisipasi dalam Gernas BBI

Sabtu, 27 November 2021 | 07:15 WIB

Ketika Kisah Nabi Disampaikan dengan Nuansa Jenaka

Jumat, 26 November 2021 | 13:02 WIB
X