Mendikbudristek Ajak Para Guru Mendorong Pemda untuk Jalankan PTM

- Sabtu, 27 November 2021 | 05:00 WIB
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim (BKHumas Kemendikbudristek)
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim (BKHumas Kemendikbudristek)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengajak para guru untuk kembali mengejar ketertinggalan yang disebabkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).  
 
"Satu generasi pelajar ketinggalan disebabkan oleh PJJ. Sekarang, yang harus dilakukan guru-guru se-Indonesia adalah mendorong pemerintah daerahnya untuk menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM), dengan menerapkan protokol kesehatan tentunya," ujar Mendikbudristek.
 
Untuk mendukung para guru agar semakin merdeka dan berdaya, Mendikbudristek mengungkapkan empat program besar bagi guru yang akan terus didorong.
 
 
Pertama, kesejahteraan, kemudian akses pada digitalisasi, pelatihan yang relevan, dan yang terakhir adalah memberikan kerangka kemerdekaan dalam pelaksanaan kurikulum.
 
Untuk itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus memperjuangkan kesejahteraan para guru honorer dengan memperjuangkan mereka yang telah lulus seleksi, tetapi belum memiliki formasi agar menjadi prioritas untuk segera diangkat.
 
Kemudian, Kemendikbudristek juga akan segera meluncurkan berbagai platform teknologi bagi para guru dan kepala sekolah. Aplikasi ini akan melengkapi program digitalisasi sekolah yang telah dimulai dengan penyaluran peralatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk siswa dan guru agar mempermudah proses pembelajaran. 
 
 
Selanjutnya, Mendikbudristek memastikan program Pendidikan Guru Penggerak terus berlanjut, untuk kemudian dapat menggantikan Kepala Sekolah yang sudah pensiun. 
 
"Saat ini sudah ada dua ribu lima ratus sekolah penggerak dengan kurikulum prototip yang lebih fleksibel, lebih sederhana, dengan standar capaian yang ringkas. Fleksibilitas yang diberikan oleh guru ini karena masukan yang didapat juga dari guru," tuturnya.
 
Sementara, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo menyampaikan bahwa PJJ selama pandemi memiliki dampak positif bagi para siswa dan guru yang memiliki jarak tempuh ke sekolah jauh sehingga mereka dapat belajar mengajar secara virtual dan mengurangi biaya.
 
 
"Sekolah virtual merupakan suatu terobosan yang dapat mengurangi biaya transportasi dan lebih efektif. Ada gagasan anak-anak yang jauh dari sekolah dilayani dengan sekolah virtual, walaupun di awal ada guru prionir yang membimbing mereka," kata Heru. 
 
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril menyampaikan pesan bahwa guru penggerak bukan hanya individu yang hebat, tetapi juga komunitas yang hebat. Ia berpesan agar para guru terus bergotong royong dan bekerja sama tanpa terbatasi struktur dan perbedaan jenjang maupun keahlian. 
 
"Semua tentang komunitas, guru Taman Kanak-kanak (TK) dapat berkolaborasi dengan guru sekolah menengah atas (SMA). Secara struktur tidak diatur, tetapi otomatis terbentuk," tutur Iwan Syahril.***
 
 
 
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Tiga Evaluasi P2G Seminggu PTM 100 Persen

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:38 WIB

Inilah Para Jawara Kompetisi Robotik Madrasah 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:37 WIB

Siswa di Daerah PPKM Level 4 Diminta PJJ

Rabu, 22 September 2021 | 18:45 WIB

PTM Bisa Dilakukan Setelah Dinyatakan Siap

Rabu, 22 September 2021 | 18:38 WIB

Sekolah Jangan Curi Start PTM

Rabu, 22 September 2021 | 18:33 WIB
X