Sangat Kritis, Itulah Kesan yang Membekas Gurunya tentang Nadiem Anwar Makarim

- Sabtu, 27 November 2021 | 06:05 WIB
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim dalam acara puncak Hari Guru Nasional (HGN) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada Kamis, 25 November 2021 (BKHumas Kemendikbudristek)
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim dalam acara puncak Hari Guru Nasional (HGN) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada Kamis, 25 November 2021 (BKHumas Kemendikbudristek)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Tak banyak yang tahu, bagaimana sosok Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim di masa lalu. Ternyata, ia adalah sosok yang ceria, menyenangkan dan sangat kritis. 

Itulah, kesan yang paling membekas tentang Nadiem Anwar Makarim di mata guru-gurunya. Menurut Anwar Ahmad, guru kelas VI Nadiem, banyak pertanyaan menarik yang tak terduga disampaikan Nadiem kecil kala itu.
 
"Tapi itu membuat kami para guru belajar lagi. Biasanya, saya ajak Nadiem untuk bersama-sama mencari jawabannya di perpustakaan sekolah," ungkap Anwar.
 
 
Saat berbincang di atas panggung pada Puncak Acara Hari Guru Nasional (HGN) 2021 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta pada Kamis, 25 November 2021, bersama tiga guru SD-nya, Mendikbudristek kembali dikejutkan dengan foto-fotonya bersama teman-teman sekolahnya yang ditampilkan di layar. 
 
Jika ada hal yang selalu diingat Mendikbudristek hingga kini adalah kegigihan guru-gurunya dalam mendidik dan selalu memberi ruang baginya untuk berekspresi. Di situlah, Nadiem kecil merasa dihargai sebagai seorang siswa. 
 
"Karena banyak guru-guru yang kalau anaknya banyak nanya, justru tidak suka. Trus dituduh tidak pintar, atau malah mereka jadi frustasi sama anaknya," kata Nadiem.
 
 
Bahkan, karena seringnya bertanya di kelas, Mendikbudristek mengaku sempat dituduh terlalu banyak bertanya. Namun, guru Sakinah beralasan Nadiem kecil gemar bertanya karena berani mengajukan berbagai ide dan inovasi baru yang sangat menarik.
 
"Saya selalu gemas dengan tampilannya (Nadiem) yang selalu ceria, cemerlang, dan tidak pernah berwajah sedih," kenang perempuan yang biasa dipanggil Ina ini. 
 
Melihat Nadiem sekarang menjadi Mendikbudristek, tidak membuat heran guru Anggerina Nutriana. Sejak dulu, karakter kepemimpinan itu melekat pada diri Nadiem Anwar Makarim.
 
"Itu sudah terlihat sejak di kelas III," ungkap guru yang biasa dipanggil Bu Nina itu. 
 
 
Bu Nina mengatakan, saat duduk di bangku kelas III, bakat Nadiem bernegosiasi sudah terlihat. Ceritanya saat itu, ada kegiatan donor darah di sekolah tapi tidak ada satupun guru kelas III yang mendonor.
 
Nadiem kecil membujuk Bu Nina untuk mau mendonorkan darahnya. Meski harus bernegosiasi dengan tim medis, Nadiem tak menyerah hingga akhirnya Bu Nina saat itu diizinkan untuk menjadi pendonor. 
 
Mendikbudristek berterima kasih atas bimbingan dan pendidikan di masa kecilnya yang menjadi modal baginya di masa depan.
 
"Terima kasih atas jasa-jasa Bapak dan Ibu mendidik saya dan mentolerir segala kekurangan saya. Doakan saya, semoga saya bisa berkontribusi bagi dunia pendidikan," pinta Mendikbudristek pada ketiga gurunya. 
 
 
Bagi Mendikbudristek, mengenang masa lalu, mengingat dari mana ia bertemu dengan guru-guru masa kecilnya ataupun saat ia berjumpa dan berdiskusi dengan guru-guru honorer atau guru penggerak, telah menjadi pendorong untuk mewujudkan kemerdekaan dalam belajar.
 
"Mengenang masa lalu saya, melihat dari mana kita datang, melihat guru-guru yang menyentuh kita selama hidup kita, itulah alasan utama kami (bekerja) di Kemendikbudristek," tuturnya.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Tiga Evaluasi P2G Seminggu PTM 100 Persen

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:38 WIB

Inilah Para Jawara Kompetisi Robotik Madrasah 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:37 WIB

Siswa di Daerah PPKM Level 4 Diminta PJJ

Rabu, 22 September 2021 | 18:45 WIB

PTM Bisa Dilakukan Setelah Dinyatakan Siap

Rabu, 22 September 2021 | 18:38 WIB

Sekolah Jangan Curi Start PTM

Rabu, 22 September 2021 | 18:33 WIB
X