Dukung Pelaksanaan PTM Terbatas, Nusantics Luncurkan Gerakan Kembali ke Sekolah

- Minggu, 28 November 2021 | 22:29 WIB
Foto: Dok. Nusantics
Foto: Dok. Nusantics

JAKARTA- Kegiatan belajar mengajar di sekolah saat ini lebih banyak dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19.

Dampak yang ditimbulkan dari lamanya pembelajaran daring, seperti hasil riset Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), yaitu anak-anak akan berisiko kurang kompetitif saat menghadapi dunia kerja dan potensi pengurangan pendapatan hingga  minus 3% seumur hidup. 
 
Menilik dampak negatif dari ditutupnya sekolah, tercatat ada 175 negara di dunia yang telah membuka sekolah, baik sebagian maupun seluruhnya.  
 
 
Sejalan dengan berjalannya program vaksinasi nasional kepada tenaga pengajar dan untuk  meminimalkan learning loss serta dampak psikologis yang bisa berakibat permanen, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah memulai kegiatan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM secara terbatas.
 
Dalam konferensi pers yang diselenggarakan Nusantics secara daring pada 25 November 2021, sebagai keynote speaker Gita Wirjawan menyampaikan bahwa pada situasi penuh tantangan saat ini, kebijakan PTM harus didukung untuk menyiapkan generasi muda untuk kepentingan jangka panjang. 
 
"Namun harus tetap dilakukan dengan prinsip kepekaan, kehati-hatian, dan juga penuh kebijaksanaan dari berbagai pihak, mengingat kondisi setiap wilayah khususnya di kota besar dan kecil sangat berbeda,” ujar Gita Wirjawan.
 
 
Sejalan dengan gagasan yang disampaikan Gita Wirjawan, psikolog klinis anak Roslina Verauli, M.Psi.,Psi. mengatakan, dalam situasi dilematis saat ini, orang tua butuh menunjukkan bahwa mereka memahami kebutuhan dan kekhawatiran anak untuk kembali ke sekolah, serta bertemu dengan teman-teman untuk menjalin relasi sosial. 
 
"Orang tua juga harus memastikan dapat hadir dan memberikan dukungan dengan melibatkan teknik positive parenting,” jelasnya.
 
Dalam rangka membantu meningkatkan kepercayaan orangtua, tenaga pengajar, serta para siswa untuk melakukan PTM dengan aman dan nyaman, Nusantics selaku perusahaan bioteknologi meluncurkan kampanye dan kegiatan nasional  “Kembali ke Sekolah”  bersama Nusantics.
 
 
Melalui kapabilitas utama dalam hal teknologi dan riset berbasis mikrobioma, Nusantics memberikan solusi komprehensif yang terdiri dari surveilans pada warga sekolah dengan PCR gargle (kumur) yang nyaman bagi anak, serta pemeriksaan kandungan virus dan sirkulasi udara di ruang kelas dengan layanan Air Scan.
 
Hasil penelitian pro-bono Nusantics pada 121 ruang kelas pada SDN di Jakarta menyatakan bahwa, 119 ruang kelas terdeteksi aman pada periode sample September hingga Oktober 2021. 
 
Sharlini Eriza Putri selaku co-founder dan CEO Nusantics mengatakan, pihaknya menyadari ini adalah situasi yang dilematis, namun demi kebaikan jangka panjang dari sisi intelektualitas dan psikologis, PTM harus dilakukan dengan hati-hati. 
 
"Oleh karena itu deteksi virus Covid-19 di udara dengan metode PCR dan pengukuran sirkulasi udara sangat penting dilakukan untuk memitigasi risiko penularan dan menentukan langkah strategis dalam memastikan keamanan ruangan kelas dan lingkungan sekolah,” kata Sharlini Eriza Putri.
 
 
Penelitian ini merupakan bagian dari visi dan misi Nusantics untuk menggunakan kemampuan dalam bidang bioteknologi untuk kebaikan masyarakat luas. 
 
Melihat sambutan yang sangat positif dari pihak sekolah dan Kemendikbudristek, Nusantics memutuskan untuk membawa kegiatan ini ke skala nasional agar seluruh anak di Indonesia dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman, serta  mendapatkan keadilan dalam memperoleh akses pendidikan.
 
Nusantics mengundang semua pihak untuk berkolaborasi dalam kegiatan nasional Kembali ke Sekolah ini. 
 
 
Karena kondisi pendidikan yang terjadi saat ini berdampak bagi generasi masa depan dan Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang tangguh sebagai modal dasar kemajuan serta meningkatkan daya saing bangsa di tengah kompetisi global yang terus meningkat.
 
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama, termasuk pihak swasta, baik domestik maupun asing, karena sama-sama memerlukan sumber daya manusia yang unggul. Maka, mari kita berkolaborasi dan bergandengan tangan memastikan sekolah aman untuk semua” tutup Sharlini.***
 
 
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menag: Seleksi Mahasiswa Sarana Peningkatan Mutu PTKIN

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:55 WIB

Inilah Tiga Evaluasi P2G Seminggu PTM 100 Persen

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:38 WIB

198 Produk Ekspor Mahasiswa Siap Masuk Pasar Global

Kamis, 13 Januari 2022 | 19:13 WIB
X