Hindari Jakarta Jadi Kota Sampah, UBSI Latih Pendamping Warga Menteng

- Senin, 29 November 2021 | 09:10 WIB
Pengabdian Masyarakat UBSI  berupa pelatihan kemampuan public speaking terhadap pendamping warga atau Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) wilayah Menteng, Jakarta Pusat (Budi Nugraha)
Pengabdian Masyarakat UBSI berupa pelatihan kemampuan public speaking terhadap pendamping warga atau Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) wilayah Menteng, Jakarta Pusat (Budi Nugraha)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-Dalam waktu tiga tahun mendatang Ibu Kota Jakarta terancam jadi kota sampah akibat keterbatasan kapasitas TPA Bantargebang, Bekasi. Untuk mencegah hal tersebut, Universitas BSI berperan melatih kemampuan public speaking para pendamping warga dalam mensosialisasikan pengelolaan sampah.

Pelatihan kemampuan public speaking terhadap pendamping warga atau Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) wilayah Menteng, Jakarta Pusat dilakukan Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) bekerja sama dengan Pegawai Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“PJLP sebagai pendamping warga membutuhkan memiliki kemampuan mempresentasikan suatu topik di depan umum. Untuk itu mereka harus memiliki penguasaan dan teknik berbicara yang tepat dan efektif,” tutur Agung Raharjo, salah satu pembicara dalam kegiatan yang dihelat akhir pekan lalu (20/11).

Baca Juga: Cara Bijak Kelola Sampah

Kegiatan pelatihan public speaking PJLP dilakukan para dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas BSI (UBSI) pada November 2021 secara virtual dan akan dilakukan selama tiga bulan ke depan. Sedikitnya 180 peserta dari Satpel dan PJLP se-DKI Jakarta mengikuti kegiatan ini.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi Universitas BSI (UBSI) Anisti mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kewajiban dosen di Indonesia termasuk BSI.  Dalam pengabdian ini, menurut Anisti, para dosen memberikan pengetahuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi saat petugas PJLP melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.

“Kami turut serta berkontribusi dalam mengatasi problem persampahan di Jakarta dengan memberikan pelatihan public speaking untuk memperlancar kinerja petugas di lapangan saat melakukan sosialisai kepada masyarakat," tuturnya.

Baca Juga: Sampah Plastik Ditargetkan Berkurang 30% pada 2025

Dalam kesempatan yang sama, Tuty Mutiah, salah satu pemateri kegiatan ini menjelaskan pendampingan terhadap petugas PJLP penting karena mereka menjadi ujung tombak upaya Pemprov DKI untuk mengurangi jumlah sampah yang akan berakhir di TPA Bantargebang.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

198 Produk Ekspor Mahasiswa Siap Masuk Pasar Global

Kamis, 13 Januari 2022 | 19:13 WIB

Rektor Untar: Sebarkan Keanekaragaman Melalui Penelitian

Minggu, 19 Desember 2021 | 08:35 WIB

Aneka Kegiatan Warnai Dies Natalis FISIP Unsoed

Selasa, 9 November 2021 | 18:56 WIB
X