Dirjen Diksi Bangga Adanya Silicon Valley di SMK Nusa Persada Salatiga

- Senin, 20 Desember 2021 | 19:05 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wikan Sakarinto saat mengunjungi lokakarya yang digelar D Tech Engginering di Akademi Teknik Wacana Manunggal yang berada di satu kompleks bangunan dengan SMK Nusa Persada, Salatiga, pada Jumat (17/12). (Humas Ditjen Diksi)
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wikan Sakarinto saat mengunjungi lokakarya yang digelar D Tech Engginering di Akademi Teknik Wacana Manunggal yang berada di satu kompleks bangunan dengan SMK Nusa Persada, Salatiga, pada Jumat (17/12). (Humas Ditjen Diksi)

SALATIGAsuaramerdeka-jakarta.com - Saat mengunjungi lokakarya yang digelar D Tech Engginering di Akademi Teknik Wacana Manunggal yang berada di satu kompleks bangunan dengan SMK Nusa Persada, Salatiga, pada Jumat (17/12).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wikan Sakarinto mengaku bangga dan terkejut dengan adanya silicon Valley, yakni sebutan yang dikenal di luar negeri sebagai lokasi dengan laju perkembangan teknologi yang pesat.

"Saya sudah hampir dua tahun menjabat sebagai Dirjen namun baru mengetahui ada semacam silicon valley ini di Salatiga (di SMK Nusa Persada)," ujarnya.

Baca Juga: Jokowi: Pembangunan Perumahan Berkontribusi 13,6% Terhadap PDB Nasional

Seharusnya, lanjut Wikan, politeknik-politeknik negeri di Indonesia seperti ini. "Inilah yang dinamakan kemitraan yang positif, tahun depan saya akan coba menyesuaikan kembali program dana padanan (matching fund) agar bisa digunakan untuk program semacam ini," tuturnya.

Untuk itu, Kemendikbudristek terus mendorong satuan pendidikan vokasi untuk melakukan inovasi, salah satunya dengan menjalin kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan siap bersaing di industri global.

Inovasi hebat dilakukan sekolah menengah kejuruan (SMK) Nusa Persada, Salatiga melakukan kolaborasi dengan perusahaan D Tech Enggineering menyelenggarakan proyek edukasi berkelanjutan (sustainable education project). Melalui program ini, siswa lulusan SMK dapat belajar melanjutkan studi Diploma 3 (D3) dan sekaligus menjalankan usaha produksi mesin.

"Seperti inilah yang saya inginkan. Saya ingin di kampus-kampus vokasi ada lokakarya (workshop) seperti ini, anak-anak betul-betul belajar dalam menjalankan bisnis," tukasnya.

Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Ade Rai Awet Muda, Umur 50 Lebih Nggak Pernah Sakit-Sakitan

Yayasan Nusa Persada bersama dengan D Tech Engineering telah membina beberapa lulusan pendidikan vokasi untuk belajar sekaligus berkarya melalui program Sustainable Education Project.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Inilah Tiga Evaluasi P2G Seminggu PTM 100 Persen

Kamis, 13 Januari 2022 | 21:38 WIB

Inilah Para Jawara Kompetisi Robotik Madrasah 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:37 WIB
X