Nizam: Tidak Benar di Indonesia terjadi Diskriminasi Gender di Dunia Pendidikan

- Jumat, 24 Desember 2021 | 22:00 WIB
Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam dalam peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan DWP Sub Unit Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek di Jakarta pada Kamis, 23 Desember 2021. (Prajtna Lydiasari)
Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam dalam peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan DWP Sub Unit Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek di Jakarta pada Kamis, 23 Desember 2021. (Prajtna Lydiasari)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam menyampaikan berdasarkan data dari pangkalan Pendidikan Tinggi (Dikti) menunjukkan jumlah mahasiswa di Indonesia adalah 56 persen perempuan. Jadi, tidak benar di Indonesia terjadi diskriminasi gender di dunia pendidikan.

"Justru di pendidikan tinggi lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki. Diskriminasi gender tidak ada lagi di dunia pendidikan," ujar Nizam dalam peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan DWP Sub Unit Ditjen Diktiristek Kemendikbudristek di Jakarta pada Kamis, 23 Desember 2021.

Kondisi kita, lanjut Nizam, jauh lebih baik dibandingkan negara-negara di Asia bahkan di atas rata-rata dunia. Begitu juga untuk angka drop out, jauh lebih banyak mahasiswa.

"Dengan demikian semakin banyak sarjana yang dihasilkan dan itu perempuan," tuturnya.

Baca Juga: Ini Rekomendasi Film Untuk Rayakan Natal Bersama Keluarga dan Teman

Ia pun mengingatkan agar perempuan untuk tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan. Meski pendidikan di Indonesia sudah semakin membaik.

"Kadang kita lupa, bahwa pendidikan utama itu ada di keluarga. Kita tidak bisa semata-mata menyerahkan pendidikan anak-anak ke sekolah saja," ungkapnya.

Sementara Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikbudristek, Franka Makarim mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

"Tanpa pendidikan yang baik di dalam keluarga, akan sulit menanamkan nilai-nilai Pelajar Pancasila pada anak-anak kita," kata Franka.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Citra Jadi Ikhtiar Tanamkan Cinta Nusantara

Jumat, 30 September 2022 | 10:32 WIB

Merajut Asa Pendidikan di Indonesia Timur

Senin, 26 September 2022 | 15:04 WIB

359 Pelajar Ikuti Kompetisi Roket Air Regional 2022

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB
X