KKN Tematik Membangun Desa UNS, Implementasi dari Program MBKM

- Rabu, 19 Januari 2022 | 03:45 WIB
Rektor UNS, Jamal Wiwoho (dok)
Rektor UNS, Jamal Wiwoho (dok)

 

SURAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Jamal Wiwoho menyampaikan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Membangun Desa yang dilaksanakan oleh UNS saat ini, merupakan implementasi dari salah satu di antara sembilan aktifitas Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikembangkan oleh UNS.

Kesembilan aktifitas tersebut adalah pertukaran mahasiswa, praktik kerja profesi, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, proyek/membangun desa, dan pelatihan bela negara.

"Kesembilan aktifitas Merdeka Belajar Kampus Merdeka sejatinya mengisyaratkan bahwa pembelajaran dapat terjadi dimanapun, karena semesta belajar tak berbatas, tidak hanya di ruang kelas, perpustakaan dan laboratorium, tetapi juga bisa di desa, industri, tempat-tempat kerja, tempat-tempat pengabdian, pusat riset, maupun di masyarakat," ujarnya dalam Pelepasan Mahasiswa UNS yang akan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Membangun Desa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka secara hybrid pada Selasa, 18 Januari 2022.

Melalui interaksi, sinergi dan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dengan dunia nyata, maka akan lahir talenta-talenta muda masa depan bangsa yang unggul dan utuh, yang akan membawa kemajuan dan menciptakan peradaban baru bangsa Indonesia.

"Kita tahu bahwa saat ini ancaman krisis ekonomi dan kesehatan akibat pandemi Covid-19 masih membayangi kehidupan masyarakat," tuturnya.

Oleh karena itu, kehadiran para dosen dan mahasiswa UNS dalam kegiatan KKN Tematik Membangun Desa kali ini, akan difokuskan untuk mengerjakan empat program besar yakni pengembangan UMKM, digitalisasi berbagai sektor produktif, pemberdayaan masyarakat dan proyek kemanusiaan. Pemilihan program tersebut, didasarkan pada masukan pemerintah kota/daerah yang selama ini menjadi daerah sasaran/tujuan KKN Tematik UNS.

"Dan kami pun sependapat bahwa ada beberapa masalah serius yang saat ini sedang dihadapi pemerintah daerah, yang membutuhkan solusi yang tepat dalam mengatasi dampak disrupsi, baik yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 maupun kecanggihan teknologi informasi," terangnya.

Seperti yang kita ketahui, sentra-sentra bisnis yang dikelola para pelaku UMKM di daerah, yang sebelumnya menjadi andalan penyumbang terbesar dana APBD, saat ini masih merasakan dampak kelesuan usaha sebagai akibat pandemi. Disrupsi era digital yang melanda di semua sektor produktif pun sudah tidak bisa dihindari lagi.

"Mengedukasi mereka untuk meningkatkan kemampuan menghadapi kecanggihan teknologi digital harus dilakukan, untuk memastikan bahwa seluruh sendi dan aspek sosial ekonomi daerah tetap mengalami pertumbuhan dengan baik," ungkapnya.

Program Pemberdayaan Masyarakat Desa yang antara lain mencakup pemberdayaan UKM, industri rumah tangga, BUMDes, Kelompok Tani melalui antara lain pendidikan dan pelatihan, pendampingan usaha, pemasaran produk, pengenalan teknologi tepat guna yang bertujuan untuk membantu meningkatkan perekonomian desa dan pendapatan masyarakat juga harus  dijalankan.

"Kami sangat yakin bahwa dengan kehadiran para mahasiswa melalui program KKN Tematik ini diharapkan mampu memotivasi, mengedukasi dan sekaligus mendorong tumbuhnya potensi yang dimiliki masyarakat di 29 kota/kabupaten yang merupakan daerah tujuan KKN Tematik kali ini," tuturnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X