PILM Kab. Gunung Kidul Buku Berikan Cara Pandang dan Gagasan Baru

- Selasa, 25 Januari 2022 | 13:55 WIB

 GUNUNG KIDUL,suaramerdeka-jakarta.com-

Guntingan pita secara simbolis oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI menandai resminya masyarakat Kabupaten Gunung Kidul memiliki gedung fasilitas layanan perpustakaan yang modern.

Bangunan megah senilai Rp10 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 sekaligus menjadi tanda keseriusan Pemkab Gunung Kidul meletakkan literasi sebagai elemen penting dalam menciptakan SDM yang unggul.

Kenapa literasi menjadi penting? Cendekiawan muda Yudi Latif mencontohkan negara Brazil di Amerika Selatan yang pernah mendapati angka kriminalitas yang tinggi sehingga seluruh penjara kewalahan menampung para narapidana. Bahkan, tidak ada rasa jera bagi narapidana yang telah bebas. Mereka kembali melakukan aksi kejahatan dan kembali berujung di jeruji besi.

Baca Juga: Hanya 1,6 juta dari 4,1 juta Pelaku UMKM di Jawa Tengah Manfaatkan Pasar Digital


Dari situ kemudian timbul ide nyeleneh untuk melakukan eksperimen. Semua napi dibekali buku bacaan dan diminta melakukan resume buku setiap minggu. Timbal baliknya, napi yang berhasil menyelesaikan resume mendapatkan potongan masa tahanan. Begitu seterusnya sampai akhirnya mendapatkan kebebasan.

Ketika keluar sel, mereka justru mempraktekkan apa yang telah mereka baca di dalam masa tahanan. Pikiran mereka terbuka dan tidak lagi melakukan hal-hal buruk. Imbasnya, selama dua tahun ekseperimen berjalan kapasitas penjara mengalami penurunan drastis.

“Penjara ternyata bisa menjadi guru kehidupan. Dan buku berhasil memberikan gagasan dan cara pandang baru mereka,” terang Yudi Latif.
Literasi, ditambahkan Yudi, menurut Ki Hajar Dewantara dikembangkan diatas tiga pilar, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X