Penambahan Guru Besar Buktikan Keseriusan UNS Wujudkan Target Kinerjanya

- Rabu, 9 Maret 2022 | 22:00 WIB
Rektor UNS, Jamal Wiwoho saat pengukuhan Guru Besar UNS, dari Fakultas MIPA UNS Nuryani, Guru Besar dalam bidang Ilmu Instrumentasi Medis dan Prabang Setyono, Guru Besar bidang Ilmu Pencemaran Lingkungan (Humas UNS)
Rektor UNS, Jamal Wiwoho saat pengukuhan Guru Besar UNS, dari Fakultas MIPA UNS Nuryani, Guru Besar dalam bidang Ilmu Instrumentasi Medis dan Prabang Setyono, Guru Besar bidang Ilmu Pencemaran Lingkungan (Humas UNS)

SOLOsuaramerdeka-jakarta.com - Menjelang peringatan Dies Natalis ke 46, Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kado istimewa berupa penambahan dua orang Guru Besar.
 
Setidaknya, penambahan Guru Besar ini membuktikan keseriusan UNS untuk terus mewujudkan target kinerjanya, memenuhi jumlah Guru Besar secara ideal, sesuai dengan komitmen awalnya ketika ingin bertransformasi menjadi PTN BH.
 
"Sudah saatnya, para sejawat Guru Besar UNS untuk tidak hanya sekedar bangga dan sukses mengoleksi beragam penghargaan dalam bidang akademiknya saja, melainkan juga sukses mengimplementasikan setiap ide dan gagasan intelektualnya yang gayut dengan kebutuhan perubahan zaman," ujar Rektor UNS, Jamal Wiwoho dalam sambutan Pengukuhan Guru Besar secara daring dan luring pada Selasa, 8 Maret 2022.
 
 
Saat ini dunia sedang berada dalam pusaran kehidupan baru, di mana setiap diri kita dituntut memiliki kreatifitas dan kegigihan untuk melakukan cara-cara baru yang relevan dengan perubahan yang terjadi.
 
"Sebagai bagian dari masyarakat ilmiah, Guru Besar dengan kebebasan berpikirnya tidak berlebihan jika dituntut memiliki kemampuan untuk membuka ruang-ruang kebekuan dan kejenuhan berpikir," tuturnya.
 
Dengan menawarkan berbagai opsi dan solusi yang lebih komprehensif, sehingga mampu menghasilkan keputusan yang memberikan kepuasan kepada masyarakat.
 
"Saya selaku pimpinan Universitas Sebelas Maret rasanya senang dan bangga jika melihat kiprah para sejawat Guru Besar dikagumi banyak orang berkat peran aktifnya di masyarakat," tukasnya.
 
 
Inilah, lanjut Rektor UNS, momentum yang tepat bagi kedua Guru Besar yang baru saja dikukuhkan, untuk segera menggerakkan seluruh potensi intelektualitasnya, memberi jawaban atas kebutuhan masyarakat sekarang dan yang akan datang. 
 
"Saya percaya, bahwa seorang Guru Besar dengan kapasitas keilmuan dan kebebasan mimbar akademik yang dimilikinya, akan menjadi sarana yang ampuh dalam membangun harapan masa depan bangsa yang lebih baik," ungkapnya.
 
Oleh karena itu, Rektor UNS ingin mengajak Prof. Nuryani yang memiliki keahlian instrumentasi medis, dan Prof. Prabang Setyono, pakar Ilmu Pencemaran Lingkungan, untuk menunjukkan tanggung jawab moral dan sosialnya, yakni memiliki sikap ilmiah ilmuwan yang mampu bersinergi dan berkolaborasi satu sama yang lain dalam mewujudkan sumbangsihnya kepada masyarakat dan pemerintah.
 
 
"Yang saat ini sedang sibuk mencari kawan berbagi bahu untuk mensikapi dan menghadapi tantangan perubahan zaman yang terus menunjukan intensitasnya," imbuhnya.
 
Nampaknya permasalahan kompleks yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat tidak dapat lagi diselesaikan dengan pendekatan monodisiplin. Namun yang dibutuhkan sekarang dan masa yang akan datang adalah cara-cara pendekatan yang multidisiplin, interdisiplin dan transdisiplin.
 
"Kemanfaatan ilmu pengetahuan bisa dirasakan secara maksimal, jika masing-masing disiplin ilmu saling bertemu dan berbagi untuk saling melengkapi," tambahnya.***
 
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Uhamka Jadi Kampus Islam Terbaik di Dunia Versi 4ICU

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:33 WIB
X