Kompetensi Kepemimpinan diperlukan Guna Menjamin Akuntabilitas Jabatan

- Senin, 21 Maret 2022 | 21:38 WIB
Sekretaris Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti dalam  Pembukaan PKN Tingkat II Tahun 2022 yang dilaksanakan secara hibrida di Gedung Garuda Pusdiklat Kemendikbudristek, Sawangan, Depok pada Senin, 21 Maret 2022. (SM/Dok)
Sekretaris Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti dalam Pembukaan PKN Tingkat II Tahun 2022 yang dilaksanakan secara hibrida di Gedung Garuda Pusdiklat Kemendikbudristek, Sawangan, Depok pada Senin, 21 Maret 2022. (SM/Dok)

DEPOK, suaramerdeka-jakarta.com - Sekretaris Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti menyampaikan bahwa kompetensi kepemimpinan strategis diperlukan guna menjamin akuntabilitas jabatan yang diemban para pejabat negara.

Hal tersebut, terus didorong Kemendikbudristek. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2022 yang resmi dimulai sejak 21 Maret hingga 29 Juli mendatang.

"Para pemimpin di berbagai organisasi pemerintahan tidak lagi dapat bekerja sendiri-sendiri dengan batasan dinding-dinding penyekat dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi yang dihadapi Indonesia," ujarnya dalam Pembukaan PKN Tingkat II Tahun 2022 yang dilaksanakan secara hibrida di Gedung Garuda Pusdiklat Kemendikbudristek, Sawangan, Depok pada Senin, 21 Maret 2022.

Suharti menjelaskan bahwa kolaborasi untuk menemukan solusi penting dilakukan. Oleh karena itu, ia menekankan penyusunan rencana strategis membutuhkan kemampuan pemimpin yang benar-benar menguasai masalah, perencanaan, dan adaptasi dengan situasi yang makin menantang.

"PKN II didesain untuk mencetak para pejabat tinggi pratama agar memiliki kemampuan manajerial dan menjunjung tinggi tugas dengan nilai-nilai akuntabilitas," tekannya.

Dengan mengusung tema "Membangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas yang Partisipatif dan Kolaboratif”, yang selaras dengan visi Kelompok Kerja Pendidikan atau Education Working Group G20 di mana Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan tahun ini.

Salah satu cita-cita bangsa Indonesia, ungkap Suharti, adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kita perlu memastikan seluruh warga negara bisa menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Dengan melakukan PKN hari ini diharapkan dapat mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu, mohon para peserta memastikan komitmen dan mengikuti pelatihan dengan konsekuen," pesannya.

Suharti juga berpesan agar para peserta yang berasal dari berbagai lembaga perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbudristek dan instansi-instansi lainnya agar membuka jejaring dan pertemanan untuk kolaborasi.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Transformasi BRI Institute Menjadi Cyber University

Jumat, 3 Februari 2023 | 10:53 WIB
X