Seorang Profesor dituntut Menghubungkan antara Disiplin Ilmu dan Kemajuan Masyarakat

- Kamis, 31 Maret 2022 | 14:05 WIB
Rektor UNS, Jamal Wiwoho saat upacara Pengukuhan Prof. (UNS) Dr. Soeprayitno, M.M., sebagai Guru Besar Kehormatan di Bidang Sumberdaya Manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS (SM/Dok)
Rektor UNS, Jamal Wiwoho saat upacara Pengukuhan Prof. (UNS) Dr. Soeprayitno, M.M., sebagai Guru Besar Kehormatan di Bidang Sumberdaya Manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS (SM/Dok)

SURAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Menyandang sebutan profesor sejatinya memiliki konsekuensi yang berat. Karena, seorang profesor dituntut memiliki kemampuan membangun jembatan yang menghubungkan antara disiplin ilmu dengan kemajuan masyarakat, pembangunan bangsa, dan bahkan kelahiran peradaban baru.

"Sehingga penambahan guru besar baru, harus berimplikasi pada penguatan reputasi akademik Universitas Sebelas Maret (UNS), baik di tingkat nasional dan internasional," ujar Rektor UNS, Jamal Wiwoho secara luring dan daring di Auditorium GPH Haryomataram UNS pada Kamis, 31 Maret 2022.

Dengan dikukuhkanya Prof. Soeprayitno, maka UNS hingga saat ini memiliki dua orang Guru Besar Non Dosen, yang keduanya berada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS. Apalagi, latar belakang keilmuan Prof. Soeprayitno adalah di bidang manajemen sumberdaya manusia.

"Selamat dan sukses kepada Prof. Soeprayitno yang telah meraih Guru Besar Kehormatan bidang Sumberdaya Manusia Universitas Sebelas Maret. Semoga kehadiran Saudara di UNS, akan membantu akselerasi prestasi dan reputasi akademik UNS, khususnya dibidang riset dan inovasi," tukasnya.

Dengan terdapatnya status guru yang melekat pada jabatan guru besar, Jamal berpesan agar fungsi sebagai seorang guru hendaknya tetap dijalankan dan jangan sampai kehilangan marwah akademiknya. 

Jamal menjelaskan bahwa yang saat ini juga sedang menjadi fokus perhatian pemerintah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) masa depan yang unggul dan utuh, yang sanggup beradaptasi dan memenangkan persaingan global di era perubahan.

"Saya percaya dengan kekuatan jaringan, koneksitas dan pengalaman yang telah dimiliki Prof. Soeprayitno, di mana keseharian tugasnya sudah sangat paham dengan seluk beluk dunia ketenagakerjaan Indonesia, akan lebih produktif dalam memobilisasi potensi intelektualnya," jelasnya.

Disamping itu, Alumnus FKIP UNS ini, sejak tahun 2007 memiliki rekam jejak dan kontribusi yang tidak diragukan lagi, khususnya dalam membantu penguatan dan pengembangan SDM di UNS, yakni mempunyai andil besar dalam memformulasikan budaya kerja ACTIVE UNS, dan memberikan berbagai pelatihan Capacity Building baik untuk jajaran pimpinan maupun tenaga kependidikan UNS.

"Sebagai bagian dari masyarakat ilmiah, saya sangat berharap Prof. Soeprayitno senantiasa memiliki kekayaan berupa kebaruan ide, kejernihan pikiran dan orisinalitas gagasan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mengenal 5 Prodi Andalan BRI Institute

Jumat, 2 September 2022 | 17:32 WIB
X