Penerapan Asesmen Nasional Sejalan dengan Prinsip di Kemendikbudristek

- Jumat, 1 April 2022 | 20:48 WIB
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-19 : Rapor Pendidikan Indonesia yang ditayangkan melalui kanal YouTube Kemendikbud RI pada Jumat, 1 April 2022 (SM/Dok)
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-19 : Rapor Pendidikan Indonesia yang ditayangkan melalui kanal YouTube Kemendikbud RI pada Jumat, 1 April 2022 (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan bahwa penerapan Asesmen Nasional (AN) sejalan dengan prinsip di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), yaitu mengakselerasi transformasi pendidikan Indonesia, terutama dalam hal evaluasi pendidikan.

"Poin yang kita tekankan dalam penerapan AN adalah evaluasi yang berorientasi pada mutu, sistem dan pengumpulan informasi yang terintegrasi, serta mendorong refleksi dan perbaikan. Bukan sekadar hasil akhir," ujarnya dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-19 : Rapor Pendidikan Indonesia yang ditayangkan melalui kanal YouTube Kemendikbud RI pada Jumat, 1 April 2022.

AN diimplementasikan secara masif pada tahun 2021 dengan melibatkan seluruh elemen pendidikan, diterapkan di lebih dari 259 ribu satuan pendidikan tingkat SD atau MI sederajat, SMP atau MTs sederajat, sampai SMA atau MA sederajat, dengan melibatkan lebih dari 3,1 juta pendidik dan 6,5 juta peserta didik.

Mendikbudristek menjelaskan, Rapor Pendidikan mengintegrasikan berbagai data pendidikan hasil AN untuk membantu satuan pendidikan dan dinas pendidikan mengidentifikasi capaian dan akar masalah, melakukan refleksi, serta merancang langkah-langkah pembenahan yang efektif berbasis data.

"Perlu saya sampaikan lagi bahwa AN merupakan model evaluasi pendidikan yang saat ini sangat kita butuhkan. AN merupakan hasil dari evaluasi kami atas sistem dan dampak dari UN, ditambah dengan adaptasi dan penyesuaian dengan standar kompetensi internasional," jelasnya.

Mendikbudristek mengungkapkan beberapa perubahan yang terjadi dalam AN beserta implikasinya. Dalam AN, yang diukur adalah kompetensi dasar literasi dan numerasi menggunakan metode berstandar internasional namun tetap berkonteks Indonesia.

Dengan demikian, basis intervensi yang berfokus pada pengembangan kompetensi dasar sebagai bagian paling penting dari kualitas pendidikan.

Berikutnya, AN mengukur tentang karakter peserta didik dan kualitas lingkungan belajar selain kompetensi literasi dan numerasi sehingga analisis hasil belajar secara holistik menjadi dasar dalam mengidentifikasi akar permasalahan pendidikan Indonesia.

"Melalui hasil AN, kami menemukan korelasi positif antara kompetensi literasi dan numerasi peserta didik dengan indeks karakter peserta didik. Ini adalah bukti bahwa AN mampu memberikan gambaran komprehensif tentang kualitas pendidikan di Indonesia," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Kado Istimewa, Uhamka dapat Akreditasi Unggul

Selasa, 28 Juni 2022 | 21:51 WIB

Kyai Tunanetra Lahirkan Ratusan Hafiz Al Quran

Senin, 27 Juni 2022 | 18:53 WIB
X