Para Guru Besar Diharapkan dapat Gelorakan Semangat MBKM

- Jumat, 8 April 2022 | 21:55 WIB
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani (SM/Prajtna Lydiasari)
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani (SM/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani menyampaikan sebagai agent of change di perguruan tinggi, para guru besar diharapkan dapat menggelorakan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada warga kampusnya agar indikator-indikator tersebut dapat tercapai.

"Kepada para guru besar, kami menitipkan agar terus dapat memberikan arahan, pencetus awal di bidang akademik, khususnya pada program-program MBKM," ujarnya dalam acara silaturahmi dan diskusi bersama Dosen PNS yang ditugaskan dengan jabatan Profesor/Guru Besar di Jakarta pada Kamis, 7 April 2022.

Inilah, lanjut Paris, refleksi sumbangsih dari para guru besar dalam mengerahkan tenaga dan pikirannya, kapanpun, dimanapun untuk kemajuan bangsa.

Dalam diskusi dan silaturahmi tersebut, Paris juga memamparkan bahwa pada tahun 2030 mendatang, Indonesia diprediksi menjadi negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia.

"Perguruan tinggi diharapkan dapat membantu pemerintah mewujudkannya, dengan bekerja sama dalam hal penelitian dan pengembangan teknologi di dunia industri," paparnya.

Berbekal dari harapan tersebut, LLDikti Wilayah III membentuk Klinik Matching Fund Kedaireka yang dibuka hingga 30 April 2022 sebagai bentuk transformasi pendanaan bagi Dosen dan Mahasiswa. Selain itu, dosen yang ditugaskan juga dapat menjadi duta tiga dosa dan antikorupsi, serta duta bela negara bersama Kemenkumham.

Saat ini terdapat delapan indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) antara lain pertama, lulusan mendapat pekerjaan yang layak.

Kedua, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus seperti pertukaran pelajar, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, membangun desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik.

Ketiga, dosen berkegiatan di luar kampus. Keempat, praktiksi mengajar di dalam kampus. Kelima, hasil kerja dosen digunakan .

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mengenal 5 Prodi Andalan BRI Institute

Jumat, 2 September 2022 | 17:32 WIB
X