Ditjen Diksi Terbitkan 113 SK Pembukaan Prodi Sarjana Terapan

- Kamis, 21 April 2022 | 21:14 WIB
Dirjen Diksi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto dalam sosialisasi competitive fund vokasi 2022 dan peluncuran SK Transformasi D3 ke D4 di Tangerang pada Kamis, 21 April 2022   (SM/Dok)
Dirjen Diksi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto dalam sosialisasi competitive fund vokasi 2022 dan peluncuran SK Transformasi D3 ke D4 di Tangerang pada Kamis, 21 April 2022 (SM/Dok)

TANGERANG, suaramerdeka-jakarta.com - Untuk mendukung program Competitive Fund Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi (Ditjen Diksi) menerbitkan 113 Surat Keputusan Izin Pembukaan Program Studi Sarjana Terapan (S.Tr) yang merupakan transformasi dari program studi diploma tiga (D3).

Dari 113 kampus, 45 di antaranya merupakan penerima bantuan Competitive Fund (CF) Vokasi 2021. Dalam kesempatan ini, juga diserahkan satu Surat Keputusan Izin Pembukaan Program Diploma Dua Jalur Cepat.

"Hari ini, kita menyerahkan surat keputusan untuk mendukung program ini. Upgrading terus berjalan tapi kita berikan insentif penguatan melalui competitive fund," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto dalam sosialisasi competitive fund vokasi 2022 dan peluncuran SK Transformasi D3 ke D4 di Tangerang pada Kamis, 21 April 2022.

Pemberian dana competitive fund pada perguruan tinggi vokasi ini, lanjut Wikan, bertujuan untuk meningkatkan program studi yang sebelumnya D3 menjadi D4 atau sarjana terapan.

Transformasi D3 menjadi Sarjana Terapan (S.Tr), dilakukan masing-masing perguruan tinggi bersama industri dengan skema Link and Match yang komprehensif, sejalan dengan semangat Kampus Merdeka.

Dia pun berharap penyerahan SK ini turut mendorong peningkatan mutu dunia pendidikan tinggi vokasi agar makin terpadu dengan dunia industri dan usaha.

"Upgrading D3 menjadi S.Tr bukan sekadar menambah satu tahun masa studi, namun menghadirkan prodi sarjana terapan yang kurikulumnya disusun bersama industri dan dunia kerja, program magang industri yang dirancang bersama industri, serta pembelajarannya makin menguatkan aspek soft skills, kepemimpinan, kemampuan inovasi, serta karakter lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja. Keterampilan para sarjana terapan tidak akan kalah dari lulusan diploma tiga," imbuhnya.

Sampai saat ini, jumlah usulan upgrading prodi D3 menjadi Sarjana Terapan masih terus bertambah dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia. Apabila ke depannya ingin melanjutkan studi, maka para sarjana terapan bisa melanjutkan ke prodi S2 Terapan, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri.

"Artinya, semakin banyak perguruan tinggi yang berminat meningkatkan D3 menjadi S.Tr. Sarjana Terapan adalah setara dengan S1 dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), yaitu level 6. S.Tr didesain menerapkan minimal 60 persen praktek, sisanya teori," terangnya.***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Transformasi BRI Institute Menjadi Cyber University

Jumat, 3 Februari 2023 | 10:53 WIB
X