LLDikti Wilayah III Dorong Perguruan Tinggi Tingkatkan Mutu melalui IKU dan MBKM

- Jumat, 22 April 2022 | 16:22 WIB
Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani  bersama Plt. Dirjen Diktiristek, Nizam dalam rangkaian acara RAKORDA Tahun 2022 (SM/Dok)
Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani bersama Plt. Dirjen Diktiristek, Nizam dalam rangkaian acara RAKORDA Tahun 2022 (SM/Dok)

BOGORsuaramerdeka-jakarta.com - Dalam rangka mencetak lulusan pendidikan tinggi yang dapat diserap secara optimal oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Provinsi DKI Jakarta akan terus mendorong perguruan tinggi di lingkungannya dalam peningkatan mutu melalui 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

LLDikti Wilayah III sebagai unit yang mengemban tugas melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, sesuai dengan amanah Permendikbudristek Nomor 35 Tahun 2021, pembinaan LLDIKTI secara teknis dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi sesuai dengan bidang tugasnya dan secara administratif dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

"Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, LLDikti Wilayah III memfasilitasi 297 perguruan tinggi swasta (PTS), 1878 program studi, 23.838 dosen tetap, dan 640.471 mahasiswa serta 5 perguruan tinggi negeri (PTN) berdasarkan data PDDikti per April 2022," ujar Kepala LLDikti Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) bersama Pimpinan Perguruan Tinggi di lingkungan LLDikti Wilayah III, Bogor pada Kamis, 21 April 2022.

Pada acara RAKORDA tahun 2022 ini pula, Paris menyampaikan komitmen LLDikti Wilayah III untuk menetapkan strategi dan inovasi layanan agar perguruan tinggi di lingkungannya dapat memperoleh akreditasi unggul agar dapat menginspirasi satu Indonesia.

"Kami banyak melakukan modifikasi anggaran terutama untuk kegiatan fasilitasi seperti bimbingan teknis bagi perguruan tinggi yang akreditasinya masih C, pelatihan PEKERTI untuk dosen, peningkatan kualitas jurnal dan sebagainya dalam bentuk klinik-klinik," tuturnya.

Dalam diksusi antara para narasumber dan para pimpinan perguruan tinggi, dibahas juga bahwa pendidikan tinggi merupakan penghasil sumber daya manusia (SDM) yang handal.

Mengingat angka partisipasi kasar pendidikan tinggi masih berkisar 31 persen, program-program seperti KIP Kuliah, kolaborasi antar perguruan tinggi dan industri dapat menjadi solusi.

"Diharapkan melalui pendanaan pendidikan tinggi seperti matching fund dan competitive fund dapat menjadi asupan semangat baru bagi perguruan tinggi, terutama dalam menghasilkan publikasi penelitian yang berkualitas," imbuhnya.

Dalam hal sumber daya, lanjut Paris, diharapkan perguruan tinggi dapat meningkatkan terus kualifikasi akademik dosen, kinerja tridharma perguruan tinggi, kompetensi, komitmen dan etika akademik.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mengenal 5 Prodi Andalan BRI Institute

Jumat, 2 September 2022 | 17:32 WIB
X