Sekolah Pelayaran Diharapkan Tidak Lagi Impor Ship Simulator

- Jumat, 27 Mei 2022 | 21:11 WIB
Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Supriyono (SM/Prajtna Lydiasari)
Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Supriyono (SM/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Supriyono mengatakan pembangunan ship simulator atau alat simulasi kemudi kapal digital berdasarkan peluang yang dibaca oleh pelajar vokasi, yakni kebutuhan transportasi kelautan di Indonesia sangat besar.

Untuk itu, Supriyono berharap sekolah pelayaran atau program studi pelayaran di dalam negeri tidak lagi mengimpor ship simulator dari luar negeri, melainkan menggunakan ship simulator buatan anak bangsa.

"Produk ship simulator ini telah masuk dalam e-katalog nasional. Artinya, dapat dipesan instansi yang membutuhkan," katanya pada Pengenalan Produk "Ship Simulator" Buatan Dalam Negeri secara daring di Jakarta, Jumat, 27 Mei 2022.

Supriyono berharap ship simulator tidak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan tetapi juga memenuhi kebutuhan industri. "Semoga vokasi makin jaya dan saya yakin ship simulator ini bisa memenuhi kebutuhan industri dengan kualitas yang terbaik," harapanya.

BBPPMPV BMTI memperkenalkan ship simulator buatan dalam negeri. Alat simulasi kemudi kapal digital ini merupakan kolaborasi antara BBPPMPV BMTI dengan 30 SMK dan Perguruan Tinggi Vokasi.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mengenal 5 Prodi Andalan BRI Institute

Jumat, 2 September 2022 | 17:32 WIB
X