Mendikbudristek : Masih Ada Tantang Cukup Besar dalam Sistem Pendidikan Tinggi

- Jumat, 3 Juni 2022 | 13:24 WIB
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar di Jakarta pada Jumat, 3 Juni 2022 (SM/Dok)
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar di Jakarta pada Jumat, 3 Juni 2022 (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyatakan masih ada tantangan yang cukup besar dalam sistem pendidikan tinggi kita, khususnya berkaitan dengan tingkat kesiapan lulusan perguruan tinggi untuk terjun di dunia kerja.

"Ini sebenarnya permasalahan yang sudah cukup lama terjadi. Sekarang kami benar-benar mengambil langkah nyata untuk mengatasinya," sebut Mendikbudristek saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar di Jakarta pada Jumat, 3 Juni 2022.

Mendikbudristek menjelaskan secara sederhana bahwa jika pada program Kampus Merdeka, mahasiswa yang dikirim ke luar kampus untuk memperoleh pengalaman kerja, maka pada program Praktisi Mengajar, para ahli di dunia industri yang justru datang ke dalam kampus untuk membagikan pengalaman praktisnya.

"Kita ingin para praktisi yang hebat-hebat di dunia industri mau datang ke kampus dan membagikan pengetahuannya pada para mahasiswa dan dosen. Melalui kolaborasi antara praktisi dan dosen, kita juga ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan partisipatif," jelasnya.

Kehadiran program Paktisi Mengajar, sebut Mendikbudristek, akan membawa pembaharuan pada sistem pembelajaran di kelas, sehingga mahasiswa bisa belajar dengan metode studi kasus masalah terkini, ilmu dan teori yang diperoleh mahasiswa bisa diterapkan pada model pemecahan masalah, dan mahasiswa juga bisa mengembangkan soft skills-nya dengan bekerja berkelompok.

"Saya mengajak semua perguruan tinggi dan seluruh praktisi yang kompeten di berbagai bidang industri untuk terlibat dalam program Praktisi Mengajar," ajaknya.

Sejauh ini sudah ada 20 episode Merdeka Belajar yang terobosannya telah menyentuh semua jenjang pendidikan, mulai PAUD sampai perguruan tinggi, dan juga kebudayaan dan bahasa. Tujuh di antaranya menyasar transformasi pada jenjang pendidikan tinggi.

"Dengan kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan dunia industri, saya yakin kita bisa memimpin pemulihan dunia dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar," tuturnya.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Citra Jadi Ikhtiar Tanamkan Cinta Nusantara

Jumat, 30 September 2022 | 10:32 WIB

Merajut Asa Pendidikan di Indonesia Timur

Senin, 26 September 2022 | 15:04 WIB

359 Pelajar Ikuti Kompetisi Roket Air Regional 2022

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB
X