Program Praktisi Mengajar akan Kuatkan Transformasi Sistem Pendidikan Tinggi

- Jumat, 3 Juni 2022 | 13:45 WIB
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar di Jakarta pada Jumat, 3 Juni 2022 (SM/Dok)
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh: Praktisi Mengajar di Jakarta pada Jumat, 3 Juni 2022 (SM/Dok)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Dengan hadirnya praktisi yang mengajar di kampus maka keterlibatan praktisi dalam perencanaan maupun proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal. Dosen akan memperoleh pengetahuan terbaru tentang dunia industri dan mahasiswa bisa bertatap muka langsung dengan praktisi.

"Hari ini sangat membahagiakan bagi kita semua, karena saya yakin program Praktisi Mengajar yang diluncurkan sebagai Merdeka Belajar Episode Kedua Puluh ini akan semakin menguatkan upaya kita mentransformasi sistem pendidikan tinggi," ujar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran secara daring pada Jumat, 3 Juni 2022.

Dalam upaya mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), mendorong perguruan tinggi untuk mengacu pada delapan Indeks Kinerja Utama (IKU). 

IKU adalah ukuran kinerja baru bagi perguruan tinggi untuk mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih konkret. 

"Melalui program Praktisi Mengajar ini kita berharap iklim pembelajaran di kampus akan ikut ter-upgrade, sesuai dengan indikator kinerja perguruan tinggi yang kita targetkan," pesannya. 

Secara khusus, program Praktisi Mengajar ini berfokus pada tercapainya IKU nomor empat dan nomor tujuh. Merujuk pada IKU nomor empat yakni praktisi ikut terlibat dalam perencanaan mata kuliah maka nantinya dosen-dosen di Indonesia akan memperoleh pengetahuan terbaru tentang dunia industri

Selain itu, mahasiswa juga bisa berinteraksi langsung dengan para praktisi yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing. Berikutnya, mengacu pada IKU nomor tujuh, mahasiswa dapat belajar dengan metode studi kasus masalah riil.

Mereka juga dapat menerapkan ilmu dan teori yang diperolehnya pada model pemecahan masalah sekaligus mengembangkan keterampilan nonteknis (soft skills) dalam suatu kelompok kerja sama.

"Pelibatan praktisi atau profesional yang mendorong pembahasan studi kasus dalam kelompok akan mempercepat pencapaian IKU, yang berarti mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan tinggi," tekannya.***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Mengenal 5 Prodi Andalan BRI Institute

Jumat, 2 September 2022 | 17:32 WIB
X