Peringkat Dunia, Dampak dari Peningkatan Mutu dan Relevansi Perguruan Tinggi

- Jumat, 3 Juni 2022 | 17:31 WIB
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan antara pihak LLDikti Wilayah III bersama 11 perguruan tinggi (SM/Dok)
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan antara pihak LLDikti Wilayah III bersama 11 perguruan tinggi (SM/Dok)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pada dasarnya peringkat dunia bukanlah tujuan utama, tapi merupakan dampak dari peningkatan mutu dan relevansi perguruan tinggi yang akan diakui secara internasional. Hal tersebut ditegaskan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Paristiyanti Nurwardani.

"Indikator yang digunakan itu berbeda-beda dan sangat luas dimensinya. Namun, tetap terus ditingkatkan kualitas dan relevansinya," ujarnya saat acara Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta pada Kamis, 2 Juni 2022.

Saat ini, lanjut Paris, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendibudristek) telah memiliki 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang sejalan dengan beberapa indikator yang digunakan lembaga-lembaga pemeringkatan kelas dunia atau World Class University (WCU).

"Oleh karena itu, apabila para perguruan tinggi dapat mencapai beberapa indikator dalam 8 IKU, maka perguruan tinggi tersebut akan selaras dengan peningkatan kualitas secara global," tuturnya.

Transformasi 8 IKU memiliki dampak positif terhadap mahasiswa, dosen, maupun
institusinya. Untuk mahasiswa, lulusan akan mendapat pekerjaan yang layak seperti
misalnya mendapat upah di atas UMR karena kompetensinya telah terasah selama
berkuliah, memiliki skill wirausaha, dapat melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi,
serta mendapat pengalaman di luar kampus dari berbagai kegiatan seperti magang,
proyek membangun desa, mengajar, dan sebagainya.

"Bagi dosen akan mendapat banyak pengalaman dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di luar kampus, seperti magang di industri dan kampus lain," imbuhnya.

Selain itu juga, para praktisi yang berpengalaman di industri dapat mengajak di kampus Praktisi Mengajar di dalam kampus, juga hasil kerja dosen digunakan masyarakat serta dapat direkognisi secara internasional (hasil riset yang bermanfaat).

"Bagi institusi, akan terciptanya kelas yang kolaboratif, memperoleh akreditasi internasional, jalinan kerja sama dengan mitra kelas dunia. Misalnya, dalam hal kurikulum, magang, dan penyerapan lulusan," terangnya.

Pada acara FGD yang dilaksanakan antara pihak Lembaga LLDikti Wilayah III bersama 11 perguruan tinggi yang telah memiliki akreditasi A dan B pada 2 Juni 2022 antara lain Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Pelita Harapan, Universitas Nasional.

Kemudian, Universitas Pancasila, Universitas Tarumanagara, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, Universitas Gunadarma, Universitas Bina Nusantara, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, dan Universitas Multimedia Nusantara Jakarta.

Paris memberikan arahannya agar kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di perguruan tinggi dapat melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai jenjang jenjang S1, S2, dan S 3 untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM).

"Kepada pimpinan perguruan tinggi saya berharap agar program-program penelitian dan pengabdian dapat memberi manfaat untuk kepentingan masyarakat sebagai bentuk dukungan penuh pada dunia pendidikan," katanya.

Dalam diskusi tersebut, dibahas juga mengenai kendala yang saat ini dihadapi perguruan tinggi dalam mencapai kinerjanya serta solusi untuk upaya penyelesaiannya, seperti regulasi mahasiswa asing yang dibuat lebih harmonis dengan peraturan di Kemendikbudristek.

Daya tarik mahasiswa asing untuk berkuliah di Indonesia yang sebaiknya juga difasilitasi penuh oleh Kemendikbudristek misalnya dengan membuat program-program seperti summer dan winter courses, darmasiswa, membuat pusat kebudayaan, hingga menyelenggarakan konferensi ilmiah internasional.

Hasil diskusi bersama para perguruan tinggi unggulan di lingkungan LLDikti Wilayah III ini akan menjadi terobosan dari LLDikti Wilayah III dalam menjalankan fungsinya sebagai fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi
skaligus masukan bagi Kemendikbudristek untuk dapat diselaraskan dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Paris juga terus menggelorakan program Kampus Merdeka agar perguruan tinggi untuk menjadi World Class University dan kualitas lulusannya memiliki spektrum yang lebih luas dari sebelumnya, yaitu menjadi seorang profesional.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Merajut Asa Pendidikan di Indonesia Timur

Senin, 26 September 2022 | 15:04 WIB

359 Pelajar Ikuti Kompetisi Roket Air Regional 2022

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB

Program Sekolah Swasta Gratis Diharap Terus Berjalan

Minggu, 18 September 2022 | 20:31 WIB
X