Universitas Mercu Buana dan PWI Jaya Gelar Kuliah Tamu bertajuk "Robot Journalist "

- Kamis, 16 Juni 2022 | 11:40 WIB


" AI kemudian tidak hanya hadir di manufaktur tapi juga masuk ke jurnalisme, ranah yang selama ini identik dengan kemampuan berpikir kritis, logika, dan kepiawaian menulis," kata Amy.


Lantas, apakah robot akan mengambil alih jurnalisme?  

“Tidak akan pernah,” tegas Charlie Beckett, Direktur media think tank Polis di London School of Economics, yang baru-baru ini memimpin penelitian terhadap 71 organisasi berita di 32 negara, kutip Amy Atmanto.

Baca Juga: Momen Ketika Shin Tae Yong Ikut Berjoget Usai Antar Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023


Laporan penelitian tim Beckett menunjukkan bahwa ruang redaksi umumnya menggunakan AI dalam tiga bidang yaitu pengumpulan berita, produksi, dan distribusi.


Beckett melihat potensi kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan pemrosesan data dapat dimanfaatkan jurnalis sebagai kekuatan baru.

Namun demikian, “kekuatan baru” tersebut membuahkan tanggung jawab baru bagi jurnalis untuk memastikan kebenaran data tersebut. 

Baca Juga: Pemerintah Harus Optimalisasi Pemberian Vitamin untuk Sapi

Lebih lanjut Amy juga menerangkan, Arti News Anchor AI bagi Jurnalis Masa Depan, ia mengutip 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Merajut Asa Pendidikan di Indonesia Timur

Senin, 26 September 2022 | 15:04 WIB

359 Pelajar Ikuti Kompetisi Roket Air Regional 2022

Minggu, 25 September 2022 | 19:06 WIB

Program Sekolah Swasta Gratis Diharap Terus Berjalan

Minggu, 18 September 2022 | 20:31 WIB
X